LUBUKLINGGAU-Tingkat disiplin PNS di likungan Pemkot Lubuklinggau hanya kepada Walikota, H Riduan Effendi. Hal itu dapat dibuktikan kalau Walikota, Riduan sedang dinas ke luar kota suasana di sekretariat sepi karena banyak PNS yang bolos mulai dari staf, Kasubag hingga Kabag. 
Kondisi tersebut terjadi bukan di sekretariat saja tapi hingga ke seluruh kantor SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di likungan Pemkot Lubuklinggau. Sehingga kondisi tersebut menjadi tanda, kalau suasana kantor sepi dapat dipastikan Walikota, Riduan tidak ada di Kota Lubuklinggau.
Demikian juga halnya dalam setiap acara Pemkot Lubuklinggau, kalau bukan Walikota yang hadir pejabat yang datang pasti sedikit sekali. Akan tetapi kalau Walikota datang acara pasti meriah karena banyak pejabat ikut hadir. Kondisi tersebut juga terjadi saat senam bersama di Stadion Mini Bukit Sulap, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.
Makadari itu setelah senam, kemarin (Jumat, 10/6) seluruh perserta senam diinstruksikan baris per SKPD, kemudian melintas di depan Walikota. Hal itu dilakukan untuk mengetahui jumlah yang tidak hadir. Daftar nama pegawai yang tidak datang diserahkan kepada Walikota.  
Walikota, Riduan, saat dikonfirmasi wartawan koran ini secara tersirat mengaku tahu PNS disiplin ketika ada Walikota. “Itulah yang sangat saya sesalkan. Seharusnya disiplin bukan kepada Pak Wali tapi kepada diri sendiri. Maka dari itu saya minta kepada kepala SKPD untuk menanamkan disiplin kepada bawahannya kerena displin itu bukan untuk saya akan tetapi untuk yang bersangkutan. Saat ini saya Walikota tidak lama lagi masa jabatan akan berakhir. Bukan begitu (disiplin karena ada Walikota) yang saya harapkan. Sebab PNS adalah abdi Negara dan abdi masyarakat, kita ini (PNS) digaji oleh pemerintah menggunakan uang rakyat,” katanya kepada koran ini didampingi Inspektur, Sofian Narta dan Kabag Humas dan Protokol, Ahmad Hasian Ritonga.  
Riduan mengajak, PNS dilikungan Pemkot Lubuklinggau untuk membudayakan rasa malu. “Malu kalau tidak disiplin. Malu kalau bolos kerja. Malu kalau tidak memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Bukan malu dengan Riduan tapi kepada diri sendiri. Saya menghimbau kepada seluruh jajaran Pemkot Lubuklinggau apa pun kegiatan kalau di undang harus datang, jangan melihat siapa sosok yang hadir. Harus dihilangkan budaya itu (mau hadir dalam acara kalau ada Walikota, red),” himbaunya.
Dalam hal disiplin, lanjutnya sama dengan menjalankan ibadah. “Misalnya. Kita umat Islam menunaikan solat bukan karena takut dengan mertua, tapi kita menunaikan itu karena kewajiban. Demikian juga halnya mengenai disiplin ini bukan karena Walikota,” ucapnya.
Menurut Walikota, dirinya sudah sering mengiatkan PNS di jajaran Pemkot Lubuklinggau agar disipilin. Akan tetapi tampaknya belum menunjukan hansil yang menggembirakan khususnya disaat Walikota tidak berada di Kota Lubuklinggau. Makadari itu, Pemkot Lubuklinggau akan menerapkan absensi finger scan (sidik jari). Tehnologi absensi sidik jari akan diterapkan Juli nanti. “Seluruh SKPD hingga ke kantor camat. Untuk kantor keluhan tahun ini belum, akan kita anggarkan tahun berikutnya,” paparnya.
Absensi sidik jari dinilai sangat efektif. Sebab pegawai tidak dapat berlaku curang dalam mengisi absensi karena tehnologi tersebut mencatat dengan jelas jam datang dan jam pulang pegawai. (09)

LUBUKLINGGAU-Jumlah pencari kerja (pencaker) di Kota Lubuklinggau yang mengambil blangko AK-1 di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Lubuklinggau, 127 orang. Jumlah tersebut berdasarkan data Januari hingga April 2011.
Dari 127 pencaker tersebut paling banyak perempuan yakni 107 orang, laki-laki 20 orang. Jumlah pencaker mengambil blako AK-1 membludak terjadi pada Pebruari jumlahnya mencapai 54 orang, terdiridari 51 perempuan dan 3 laki-laki. Januari dan Maret masing-masing 28 orang dengan rincian di Januari pencaker jenis kelamin perempuan 19 orang, laki-laki 9 orang. Sedangkan Maret 24 pencaker perempuan dan 4 laki-laki. Maret hanya 17 pencaker terdiridari 13 perempuan, 4 laki-laki.  Kadisnaker Kota Lubuklinggau,  H Rahman Sani melalui Kasi Informasi Pasar Kerja (IPK), Atha mengatakan, tingginya jumlah pencaker mengambil blangko AK-1 pada Pebruari karena saat itu PT Pusri membuka lowongan kerja. “Saat itu PT Pusri membuka lowongan kerja,” katanya kepada wartawan koran ini di kantornya di Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.   
Namun demikian ia mengaku tidak tahu dari sejumlah pencaker yang melamar di PT Pusri itu diterima atau tidak karena tidak ada pemberitahuan dari orang yang bersangkutan. Padahal lanjutnya, pencaker yang mengambil blako AK-1 wajib melapor setiap 6 bulan sekali, kalau belum mendapatkan pekerjaan. “Akan tetapi jika sudah diterima bekerja instansi atau perusahan yang memperkerjakan wajib mengembalikan blako AK-1 karyawan yang diterima. Dengan adanya pengembalian blangko AK-1 ke Disnaker sehingga kami tahu pencaker tersebut sudah mendapatkan pekerjaan, sehingga kami dapat mengurangi jumlah pencaker yang tercatat. Kami tidak tahu jumlah pencaker yang diterima bekerja yang ada hanya jumlah pencaker,” paparnya.
Ia mengakui, sejauh ini belum ada instansi pemerintah maupun swasta yang mematuhi ketentuan yang tercantum di blako AK-1 pada poin 3, “Apabila tenaga kerja yang bersangkutan telah diterima bekerja maka instansi/perusahan yang menerima agar mengembalikan AK-1 kepada Disnaker. Belum ada kesadaran dalam aturan,” jelasnya.
Namun demikian lanjutnya karena blangko AK-1 berlaku selama 2 tahun maka pihaknya akan mencoret nama pencaker yang sudah terdaftar selama 2 tahun. “Dua tahun sekali kita hapus karena dianggap sudah mendapatkan pekerjaan karena tidak ada laporan baik dari pencaker yang bersangkutan maupun dari perusahan tidak ada yang mengembalikan AK-1,” ungkapnya.
Mengenai penyaluran tenaga kerja, kata dia lagi, perna dilakukan Disnaker Kota Lubuklinggau karena ada permintaan dari Perusahan Penyalur Tenaga Kerja Indoensia (PJTKI) yakni PT Citra Karya Sejati dari Palembang. PJKI itu mencari pencaker untuk disalurkan bekerja di Luar Negeri (LN) diantaranya Malaysia, Burnai Darussalam, Bangkok dan lain-lain. Namun demikian minat warga Kota Lubuklinggau untuk bekerja di LN sangat minim. Terbuktinya hanya ada satu orang yang melawar atas nama Dodi Agusman warga Jalan Kayu Agung, Kelurahan Jogoboyo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. “Sudah berikan rekomendasi untuk membuat paspor. Rekomendasinya kita terbitkan pada 22 November 2010. Namun demikian kita belum tahu jadi berangkat atau tidak,” katanya.
Ada dua faktor yang menyebabkan warga Kota Lubuklinggau tidak berminat bekerja di LN. Pertama mungkin karena takut mengalami nasib buruk seperti yang perna dialami oleh sejumlah TKI. Kedua menandakan Lubuklinggau makmur  Walaupun tidak bekerja tapi peluang usaha di Kota Lubuklinggau ini masih luas. Coba bandingkan, yang paling banyak jadi TKI warga Indonesia bagian timur,” dugannya.
Menurutnya, bekerja di LN tidak perlu takut asalkan melalui jalur resmi yang disalurkan PJTKI terdaftar di Disnaker. “TKI yang mengalami nasib buruk seperti dianiaya majikan, misalnya itu TKI ilegal. Akan tetapi TKI yang disalurkan melalui PJTKI resmi tidak seperti itu karena sebelum diberangkatkan, calon tenaga kerja dilatih terlebih daluhu. Pelatihan yang diberikan disesuikan tempat menyalurkan jika untuk pembantu rumah tangga artinya akan dibekali cara memasak-masakan internasional, mencuci menggunakan mesin karena berabot rumah tangga di LN menggunakan tehnologi,” pungkasnya. (09)

Pembangunan di Lahan PT Cikencreng 

LUBUKLINGGAU-Bangunan di depan sport centre yang sempat dihentikan pembangunannya oleh Camat Lubuklinggau Utara I, M Yunus dilanjutkan lagi. Penyetopan dilakukan oleh camat karena bangunan itu didirikan di atas lahan PT Cikencreng.
Camat Lubuklinggau Utara I, M Yunus membenarkan bangunan itu dilanjutkan lagi. Namun demikian M Yunus mengaku sudah beberapa kali mengirimkan surat teguran kepada pemilik bangunan.
“Saya sudah tiga kali mengirimkan surat teguran agar pembanguan dihentikan karena bangunan itu didirikan diatas lahan PT Cikencreng,” akunya kepada wartawan koran ini di kantor Walikota Lubuklinggau, Senin (6/6).
Mengenai langkah selanjutnya M Yunus mengaku belum tahu. “Sesuai prosedur saya sudah mengirimkan surat teguran. Soal langkah selanjutnya nanti,” katanya singkat.    
Sebagaimana diketahui seberita sebelumnya, lantaran menyetop pengerjaan bangunan tersebut Camat Lubuklinggau Utara I, M Yunus sempat diancam oleh oleh oknum pejabat yang mengaku pemilik bangunan di depan sport centre
Peristiwa tersebut terjadi bulan Mei lalu di kantor Camat Lubuklinggau Utara I. “Sara-gara saya menyetop pengerjaan bangunan itu sehingga saya didatangi oleh oknum pejabat. Pokonya dia (oknum pejabat, red) mengelurakan kata-kata tidak enak,” kata Yunus.
Melihat situasi tidak menguntungkan dan takut terjadi apa-apa lantas Camat memanggil petugas Polsek dan Koramil. Yunus pun sudah melaporkan persoalan tersebut kepada Walikota Lubuklinggau, H Riduan Effendi melalui Bagian Hukum Setda Kota Lubuklinggau. Setelah adanya laporan Yunus lalu Pemkot Lubuklinggau menurunkan tim ke lokasi menyetop pengerjaan bangun itu. “Saat itu, saya hanya meminta kepada orang yang mengerjakan bangunan itu untuk menghentikan pengerjaan, tapi sekarang sudah distop oleh Tim Pemkot Lubuklinggau,” paparnya.
Ditambahkan Yunus, penyetopan pembanguanan itu dilakukan karena bangun itu didirikan diatas lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Cikencreng. Disamping itu menyalahi Peraturan Daerah (Perda) No 15 tahun 2006 tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Jarak Bangunan, Pasal 25 huruf c menyatakan, khusus untuk jarak di depan bangunan disepanjang jalan Lintas Sumatera diharuskan dari As jalan ke pondasi bangunan minimal 25 (dua puluh lima) meter. “Bangunan itu menyalahi DMJ (Daerah Milik Jalan,red),” pungkasnya. (09)



f- M Yasin/Linggau Pos
ANTUSIAS :
Sejumlah pegawai antusias mengabadikan Piala Adipura 2010 di rumah dinas walikota Lubuklinggau, Juni tahun lalu. 


Besok Diarak Keliling Kota

LUBUKLINGGAU-Hari ini (Selasa 7/6) Walikota Lubuklinggau, H Riduan Effendi terima anugerah Piala Adipura 2011 bersama 63 bupati/walikota se-Indonesia diserahkan oleh Presiden RI, H Susilo Bambang Yodoyono. Kegiatan itu dipusatkan di Istana Negara, Jakarta.
Informasi tersebut seperti dikatakan Sekda Kota Lubuklinggau, H Akisropi Ayub kepada wartawan koran ini Senin (6/6) di gedung DPRD Kota Lubuklinggau setelah mengikuti Rapat Paripurna DPRD dalam rangka penyampaian rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang pengaturan, kelembagaan, retribusi daerah, pajak daerah dan izin pembangunan menara telemunikasi.      
Ditambahkannya, direncanakan Walikota bersereta rombongan kembali ke Kota Lubuklinggau Rabu (8/6) melalui Bandara Fatmawati, Bengkulu. “Sebab pada hari Rabu Bandara Silampari tidak ada jadwal penerbangan, maka dari itu walikota lewat Bengkulu. Jadi acara penyambutan Piala Adipura di Kelurahan Watas Lubuk Durian, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, diperkirakan sampai di Kota Lubuklinggau sekitar pukul 13.00 Wib karena tiba di Bengkulu pukul 09.00 Wib,” jelasnya.
Mengenai rute pawai lanjut Sekda, dari Watas langsung ke arah selatan sampai di depan kantor Bupati Musi Rawas (Mura) Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I berbalik arah. Kemudian di ke Jalan A Yani menuju rumah dinas walikota Kelurahan Petanang Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Di rumah dinas walikota ada acara rama-tamah dengan petugas kebersihan. “Petugas kebersihan kita jamu makan bersama di rumah dinas walikota,” jelasnya.        
Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Lubuklinggau, Ahmad Hasian Ritonga mengatakan, Kota Lubuklinggau dapat Piala Adipura untuk kategori kota sedang.
Dari 63 kabupaten/kota yang dapat Piala Adipura terdiri dari, 2 kota metropolis, 2 kota besar, 17 kota sedang, 42 kota kecil.
Berdasarkan berita disejumlah media online jumlah penerima penghargaan Adipura 2011 berkurang jika dibandingkan tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2010 jumlah penerima Adipura lebih dari 100, sedangkan tahun ini hanya 63. Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta mengatakan jumlah penerima penghargaan Adipura 2011 berkurang dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jumlahnya turun dari tahun lalu, kalau sebelumnya penerima Adipura di atas 100 sekarang dibawah 100,” kata Gusti Muhammad Hatta di Jakarta. Berkurangnya jumlah penerima Adipura menurut Gusti adalah karena mekanisme penilaiannya yang ditingkatkan yaitu hingga 100 persen yang diperiksa secara silang sebanyak tiga kali serta pemeriksaan oleh Dewan Pertimbangan Adipura.
Kementerian Lingkungan Hidup menambahkan indikator penilaian Adipura 2011 sehingga lebih ketat. Ada tiga parameter penilaian yang diterapkan yaitu penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pengelolaan air dan kualitas udara. Parameter penilaian akan ditambahkan lagi secara bertahap pada 2015 yaitu efisiensi energi, pemulihan energi, green building, dan eco-office. (09/net)






f- M Yasin/Linggau Pos
PATAH : Lantai jembatan yang menghubungkan antara Kelurahan Batu Urip Taba Kecamatan Lubuklinggau Timur I dengan Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II sudah banyak yang patah.

LUBUKLINGGAU-Kondisi jembatan yang menghubungkan antara Kelurahan Batu Urip Taba Kecamatan Lubuklinggau Timur I dengan Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II semakin memperhatinkan. Sebab lantai jembatan sudah banyak yang patah.
Berdasarkan pantauan wartawan koran ini Senin (6/6), beberapa bagian lantai jembatan yang sudah patah diperbaiki warga secara swadaya dengan menambal dengan kayu seadanya.
Hendri, warga yang kebetulan melitas di atas jembatan itu mengaku khawatir jembatan patah. “Sebenarnya saya khawatir lewat di sini. Tapi kalau tidak lewat sini terlalu jauh memutar, karena jembatan ini satu-satunya jalan pintas dari Kecamatan Lubuklinggau Timur I ke Kecamatan Lubuklinggau Utara II,” akunya.
Ia yang mengaku sering melintas di atas jembatan tersebut berharap kepada Pemkot Lubuklinggau agar segera memperbaiki jembatan. “Saya berharap di perbaiki. Kalau bisa dibangun jembatan permanen, apa lagi masyarakat yang melitas di jembatan ini semakin banyak. Maksudnya bukan hanya warga Kelurahan Batu Urip Taba atau warga Batu Urip saja, akan tetapi warga dari arah timur ke utara sering lewat jembatan ini khususnya yang menggunakan sepeda motor,” ucapnya.
Ia mengaku heran di tengah kota masih ada jembatan gantung. “Biasanya jembatan gantung itu identik berada di pedesaan atau di kebunan. Tapi sini (Kota Lubuklinggau, red) ini unik masih banyak jembatan gantung selain di Batu Urip di Kelurahan Taba Pingin menghubungkan Kelurahan Siring Agung juga ada jembatan gantung. Apalagi jembatan gantung di Taba Pingin itu banyak sekali masyarakat yang menggunakannya, selain masyarakat umum pelajar SMA Negeri 4. Pegawai yang bermukim di Tugumulyo pun banyak yang lewat jembatan itu,” ungkapnya.  
Safar menambahkan, kondisi jembatan gantung Batu Urip memprihatinkan. Ia berharap masyarakat yang melitas di jembatan itu agar berhati-hati. “Untuk itu jangan sampai dua sepeda motor melitas sekaligus diatasnya baik dari arah berlawanan maupun satu arah. Kalau dua sepeda motor lewat diatasnya saya khawatir kayunya patah. Ini perlu kesadaran masyarakat yang melitas di jembatan ini,” harapnya. (09)

LUBUKLINGGAU-Ternyata rumah makan siap saji Kentucky Fried Chicken (KFC) beralamat di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Jawa Kanan, Kecamatan Lubuklinggau Timur II belum memiliki dokumen UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan-Upaya Pemantauan Lingkungan. Akibatnya rumah makan siap saji tersebut terkesan mengabaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Buktinya warga yang bermukim di sekitar rumah makan tersebut mengeluhkan bau dari saluran pembuangan limbah. Bahkan ketika berdiri di dekat bangunan tersebut tersebut terasa tercium bau busuk menyengat.   
Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Lubuklinggau, Johanes Sitepu mengakui KCF belum memilki dokumen UKL-UPL. “Iya, memang belum ada, baru akan dibuat. Sekarang mereka akan membuat UKL-UPL,” akunya kepada wartawan koran ini Jumat (18/2).
Untuk itu, kata Sitepu pihaknya sudah mengambil sample air limba dari rumah makan tersebut untuk dibawa ke Laboratorium Badan Likungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). “Akan tetapi terjadi kesalahan teknis dalam penyimpanan sample air sehingga pemeriksaan tidak bisa dilakukan. Media penyimpanan limbah tidak boleh menggunakan botol plastik, mesti menggunakan botol beling/kaca. Kalau menggunakan botol plastik hasilnya tidak akurat. Makadari itu dalam waktu dekat akan diambil lagi sample air limbahnya,” ungkap mantan camat Lubuklinggau Utara II ini.
Sitepu juga menduga IPAL rumah makan tersebut tidak berfungsi dengan baik. Kalau IPAL berfungsi dengan baik air akhir yang keluar dari IPAL tidak menimbulkan bau busuk. “Mungkin dulu IPALnya bagus, sekarang sudah tidak berfungsi dengan baik. Bisa saja rusak karena sudah lama,” ucapnya. 
Dihubungi terpisah, Manager KFC Kota Lubuklinggau, Riza Riyadi menjelaskan, IPAL berupa penyaringan limbah padat dan kemudian diolah menjadi limbah cair yang dialirkan ke saluran pembuangan air di Jalan Yos Sudarso. “Limbah padat berbentuk lemak kita saring di-gras trap kemudian limbah padat tersebut dikumpulkan ditempat sampah besoknya diambil oleh petugas Dinas Kebesihan dan Pertamanan (DKP) untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah,” jelasnya.
Ditanya soal masih adanya bau di sekitar lingkungan KFC ? Menurut Riza, bau  tersebut disebabkan adanya endapan limbah cair tersebut. “Iya, saya akui bau, akan tetapi bau tersebut diakibatkan adanya endapan limbah cair. Dulu disedot 2 kali tiap minggu oleh petugas DKP. Akan tetapi, sejak mesin tinja milik DKP rusak sehingga tidak pernah disedot sejak November 2010 lalu,” ungkapnya.
Lebih lanjut Manager asli Bukit Tinggi Sumatera Barat (Sumbar) ini menambahkan, untuk mengatasi persoalan tersebut karyawan melakukan gotong-royong setiap minggu. “Setiap minggu kita adakan gotong-royong untuk membersihkan limbah cair yang mengalir di saluran air,” tambahnya.
Riza juga tidak membantah kalau KFC belum memiliki dokumen UKL-UPL sebagai salah satu persyaratan perjanjian bagi pemarkarsa yang akan melaksanakan suatu usaha/kegiatan diberbagai sektor. “Kami belum memiliki dokumen UKL-UPL karena saat dibukanya KFC cabang Kota Lubuklinggau, Perda yang mengatur UKL-UPL belum terbit,” ungkapnya.
Riza menambahkan, sekarang KFC baru memproses pembuatan dokumen UKL-UPL melalui  Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Lubuklinggau. “KLH sudah mengambil sample air limbah. Kabarnya sekarang sudah dibawa ke BLH Sumsel dan kami masih menunggu hasilnya,” pungkasnya. (02/Mg01)

LUBUKLINGGAU-Pengerjaan proyek multiyear sarana kelistrikan Kota Lubuklinggau lamban. Buktinya pengerjaan fisik proyek tersebut baru dalam tahap pemasangan tiang dan jaringan di Jalan Kenanga II-Siring Agung. Itupun yang baru terpasang di dekat kantor Camat Lubuklinggau Utara II, belum tembus ke Kelurahan Siring Agung. Program pemasangan jaringan listrik tersebut juga ke Jalan Lingkar Utara SMA Negeri 8 Lubuklinggau. Disamping itu juga ke arah SMP Negeri 8 Jalan Nangka.
Sementara itu pemasangan trafo sisipan belum kelihatan. Demikian juga pemasangan lampu led Masjid Agung As Salam Kota Lubuklinggau. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Lubuklinggau, Bambang Hermanto melalui Kabid Pertambangan dan Energi, Misno, mengakui pengerjaan proyek multiyear sarana kelistrikan lamban. “Iya memang lamban. Akan tetapi kami belu tahu apa kendala yang dihadapi PT Inversaka selaku rekanan yang mengerjakan proyek tersebut,” akunya kepada wartawan koran ini di kantornya, Kamis (17/2).
Menurut Misno, ia sudah mengundang direktur PT Invarsaka ke kantor DPU. “Sudah datang, akan tetapi saat pihak rekanan datang saya sedang tugas ke luar kota, sehingga belum bertemu,” ungkapnya.
Namun demikian lanjut Misno, sebelumnya ia sudah mengecek 50 persen trapo dari sekitar 50 trafo proyek multiyear sudah ada di Kota Lubuklinggau. “Hampir 50 persen trafo sudah didatangkan oleh rekanan, barangnya ada di gudang yang disewa oleh PT Invarsaka terletak di Kelurahan Marga Mulya. Saya belum tahu apa kendalanya padahal peralatan yang akan dipasang sudah ada di Kota Lubuklinggau. Mungkin pihak rekanan sudah punya perhitungan sendiri tepat pada waktunya proyek selesai,” ucapnya. Sembari menyebutkan, proyek multiyear sarana kelistrikan berakhir Agustus 2011. “Dijadwalkan selesai Agustus 2011,” jelasnya.
Ditambahkan Misno, trafo sisipan proyek multiyear berkapasitas 160 kilovolt (KV). “Seluruahnya sekitar 50an trafo proyek multiyear berkapasitas 160 KV,” pungkasnya. (02)

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA