Lampu Jalan di Lokasi Baru Padam

LUBUKLINGGAU- Akhirnya 6 Pedagang Kali Lima (PKL) Terminal Kalimantan yang semula menolak pindah bersedia pindah ke jalan samping Mapolres Lubuklinggau. Pantauan wartawan koran ini, Selasa (21/9) barisan gerobak PKL di terminal tersebut kini sudah kosong. Taman pembatas antara Jalan dan Terminal Kalimantan mulai dibongkar. Tanaman yang ada di taman pembatas itu sudah ditebangi. Namun, dilokasi belum terlihat alat berat.
Disisi lain, walaupun seluruh PKL sudah pindah. Namun terlihat belum ada PKL yang mulai jualan yang tampak hanya puluhan gerobak berjejer di lokasi baru jalan samping Mapolres. Ketua Serikat Pedagang Kaki Lima (SPKL) Kota Lubuklinggau, Junaidi membenarkan seluruh PKL sudah pindah. “Alhamdullilah seluruhnya sudah pindah,” ucapnya.
Ia, tidak menampik belum ada PKL yang mulai berjualan. “Mereka masih mempersiapkan tempat di lokasi baru. Saat proses pemindahan mungkin saja gerobaknya rusak seperti kayu patah dan sebagainya, sehingga perlu diperbaki terlebih dahulu,” katanya.
Yang masih menjadi kendala saat ini lanjut, Junaidi, lampu penerangan jalan di lokasi baru padam total akibat terbakar beberapa hari lalu. “Saya berharap Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) segera memperbaiki lampu yang padam. Tolong menjadi perhatian,” harapnya.
Disamping itu, ia sangat menyayangkan pernyataan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Kadishub Kominfo) yang melarang PKL berdagang pada siang hari. “Kalau tidak boleh kenapa PKL dipindahkan ke jalan itu. Maksud saya dalam kondisi seperti ini, janganlah membuat pernyataan yang dapat menimbulkan keresahan. Saya khawatir dalam kondisi yang belum sempurna seperti saat ini dapat menimbulkan gejolak. Untuk memindahka PKL itu bukan pekerjaan mudah dan kita patut bersykur mereka mau meningalkan lokasi yang selama ini menjadi tempat mencari nafkah,” jelasnya.
Ia, berharap kepada pejabat untuk tidak membuat pernyataan yang dapat menimbulkan gejolak dikalangan masyarakat. “Sebagai seorang pejabat tidak sepantasnya mengelurkan pernyataan yang dapat menimbulkan keresahan,” harapnya.
Dihubungi secara terpisah, Kepala DKP Kota Lubuklinggau, Hermansyah melalui Sekretaris, Samiono, pihaknya sedang mengupayakan akan memperbaiki lampu penerangan jalan tersebut. Lampu tersebut padam karena kabelnya terbakar, beberapa hari lalu. “Sedang diperbaki. Mudah-mudahan peralatan yang rusak tidak banyak sehingga lebih cepat proses perbaikannya,” harapnya.(06)

Lima Paket Proyek

LUBUKLINGGAU- Panitia tender proyek Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Lubuklinggau merencanakan hari ini (Rabu, 22/9) mengumumkan pemenang tender 5 paket dari 6 paket proyek jalan yang dilelang akhir Agustus lalu. Sedangkan sisanya satu paket akan diumumkan kemudian.
“Sehubungan 5 paket sudah selesai diverifikasi maka diumumkan dulu. Sisanya satu paket menyusul,” kata Kodri Ketua Panita Tender DPU Kota Lubuklinggau kepada wartawan koran ini, Selasa (21/9).
Pengumuman pemanang tender ditempel di kantor DPU Kota Lubuklinggau. “Rekanan yang merasa ikut tender bisa melihat pengumuman,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, 6 paket tersebut terdiridari pembangunan jalan simpang empat Kelurahan Belalau, Jalan Garuda-Stadion Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Jalan menuju TPA Air Kati, Kelurahan Lubuk Binjai Kecamatan Lubuklinggau Selatan I.
Kemudian peningkatan Jalan Niling tembus Pal Besi Kelurahan Jukung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, jalan lingkungan RT 01 Kelurahan Majapahit, dan peningkatan Jalan Kelud Kelurahan Karya Bakti. Untuk diketahui, ada 7 paket proyek yang dilelang serentak saat itu terdiridari, 6 paket proyek jalan dan 1 paket peningkatan sarana kelistrikan Kota Lubuklinggau. 6 paket proyek jalan berasal dari dana fiscal (APBN, red). Sedangkan paket kelistrikan proyek multi years
Semantara itu lanjut, Kondri, 12 paket proyek belum selesai diverifikasi. “12 paket belum selesai diverifikasi,” ungkapnya. Sebagaimana diketahui dari 12 paket proyek yang dilelang mulai dari gred 2 hingga gred 6 dengan rincian, gred 6 dan gred 5 masing-masing satu paket. gred 3 ada 2 paket. Sedangkan gred 2 ada 8 paket. Adapun proyek yang dilelang yakni peningkatan jalan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Kelurahan Belalau, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, pagu anggaran Rp 15.741 602.000. Proyek tersebut kualifikasi gred 6.
Selanjutnya kualifikasi gred 5, peningkatan Jalan Muara Cabang, Jalan Bukit Kemuning dan Jalan Tanjung Dalam RT 06 Kelurahan Taba Baru, dengan pagu anggaran Rp 10.048.398.000.
Dua paket proyek kualifikasi gred 3 masing-masing, peningkatan Jalan Delima dan Jalan Lingkungan Prumdam Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, pagu anggarannya Rp 400 juta. Kemudian peningkatan Jalan lingkungan Kelurahan Batu Urip Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, pagu anggaran Rp 500 juta.
Sedangkan delapan paket kualifikasi gred 2 terdiridari 6 paket rigid pavement atau pembangunan jalan beton yakni Jalan lingkungan RT 07 Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, pagu anggaran Rp 200 juta.
Jalan Cempaka, Kelurahan Margo Rejo, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, pagu anggaran Rp 300 juta. Jalan Antara RT 01 Kelurahan Tanah Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, pagu anggaran Rp 300 juta. Jalan di RT 02 Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, pagu anggaran Rp 200 juta. Jalan Pemakaman Umum (PU) Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, pagu anggaran Rp 200 juta. dan rigid pavement di RT 03, Kelurahan Mesat Seni Kecamatan Lubuklinggau Timur II, pagu anggran Rp 150 juta.
Selanjutnya, rehap jembatan gantung Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, pagu anggaran Rp 200 juta. Dan lanjutan pembangunan Polsek Lubuklinggau Timur II, pagu angaran Rp 300 juta.
“Kontraktor atau rekanan yang bisa mengikuti tender harus mempunyai sertifikat Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) sub bidang jalan raya, lingkungan, jembatan, atau bangunan non perumahan serta perawatannya dengan kualifikasi gren 2 hingga gred 6,” katanya.(06)

LUBUKLINGGAU- Dinding taman pembatas Jalan A Yani tepatnya di simpang lintas (RCA) Kota Lubuklinggau ambruk ditabrak truk. Kejadian tersebut diduga terjadi dinihari Selasa (21/9).
“Kejadianya malam atau dinihari, mungkin sopirnya ngantuk. Tidak ada orang yang melihat kejadian itu. Sehingga tidak tahu siapa yang menabraknya,” kata Samiono Seketaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Lubuklinggau kepada wartawan koran ini di kantornya Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, kemarin.
Karena tidak diketahui siapa yang menabrak dinding taman tersebut hingga pihaknya harus memperbaiki sendiri. “Kita perbaiki sendiri. Kalau tahu orang yang menabraknya, kita minta diperbaiki saja,” ucapnya.
Pantauan wartawan koran ini, panjang dinding taman pembatas jalan yang ambruk diperkirakan mencapai 2 meter. Melihat dinding tersebut ambruk, pagi kemarin petugas DKP langsung memperbaikinya.(06)

Kantor Lama Akan Dibongkar

LUBUKLINGGAU- Samsat Kota Lubuklinggau belum mendapatkan kantor untuk ditempati sementara waktu. Sedangkan dalam bulan ini kantor Samsat yang ada di komplek Perkantoran Pemkot Lubuklinggau akan dibongkar.
“Hingga saat ini kami belum mendapatkan kantor, masih dicari,” kata Rizal Effendi Kepala Unit Pelaksana Tehnis Dinas (UPTD) Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Kota Lubuklinggau kepada wartawan koran ini di kantor Samsat Kota Lubuklinggau bertempat di komplek perkantoran Pemkot Lubuklinggau Jalan Garuda Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Selasa (21/9).
Menurutnya, pihaknya akan mencari kantor di lokasi yang strategis. Hal itu dilakukan untuk mempermudah masyarakat membayar pajak. Disamping itu lanjut dia, pegawai yang tertugas di kantor Samsat terdiridari empat instansi. “Bukan hanya pegawai Dipenda Sumsel saja, akan tetapi ada Polisi dalam hal ini Polantas. Kemudian ada pegawai Jasaraharja dan perwakilan perbankan. Adanya perwakilan bank di kantor Samsat sehingga ketika masyarakat membayar pajak langsung disetorkan ke bank, baik itu PKB maupun BBNKB dan lain-lain. Dengan demikian petugas tidak memegang uang. Kecuali dari pembayaran leges langsung kepada petugas di loket,” ungkapnya.
Mengenai target pajak Sumsel yang dipungut UPTD Dipenda Sumsel Kota Lubuklinggau, tahun anggaran 2010 sudah terealisasi 66, 42 persen. Atau Rp 20.821.352.165 dari target Rp 36.320.000.000. “Mudah-mudahan hingga akhir tahun nanti target tersebut bisa tercapai. Sebab kita masih ada waktu empat bulan lagi,” harapnya.
Target tersebut terdiridari enam jenis pungutan yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), PPP-ABT, PPP-AP, RPJK dan SP3. “PKB sudah terealisasi Rp 9,2 miliar, BBN-KB Rp 11,2 miliar, PPP-ABT Rp 2,2 juta, PPP-AP Rp 6,4 juta, RPJK Rp Rp 247, 1 juta dan SP3 Rp 92, 8 juta,” pungkasnya.(06)

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA