LUBUKLINGGAU-Pemkot Lubuklinggau mewanti-wanti kemungkinan adanya penyelewengan penggunaan LPG 3 kg bersubsidi. Penyelewengan dimaksud dengan memindahkan isi elpiji tabung 3 kg ke tabung 12 kg.
“LPG 3 kg bersubsidi, sedangkan LPG 12 kg tidak disubsidi. Sehingga rentan diselewengkan,” demikian dikatakan Kabag Ekonomi Setda Kota Lubuklinggau, Surya Darma kepada wartawan koran ini di kantornya kompleks perkantoran Pemkot Lubuklinggau, Selasa (26/1).
Menurut Surya, melihat beberapa kasus di kota-kota besar, seperti di Kota Palembang sudah ditemukan kasus oknum agen elpiji memindahkan elpiji dari tabung 3 kg ke tabung 12 kg. Jika hal ini terjadi di kota ini, lanjut Surya, pihaknya tidak segan-segan untuk membawa ke jalur hukum dengan melaporkan ke Polres Lubuklinggau.
“Bagi agen atau pangkalan LPG berbuat curang dengan memindahkan gas LPG 3 kg ke gas LPG 12 kg kami tidak segan-segan melaporkan ke penegak hukum. Mengingat kasus semacam itu sudah masuk ke ranah pidana. Dan tentunya Kepolisian yang harus bertindak. Tapi yang jelas kami akan merekomendasikan ke polisi jika memang ada penyelewengan gas subsidi ke non subsidi," tegasnya.
Surya menambahkan, agen atau pangkalan yang melakukan kecurangan selain dipidanakan, izin mereka juga dicabut. Dan pencabutan izin tidak ada toleransi. Maksudnya, tidak ada teguran pertama dan kedua. “Izin agen dan pangkalan yang berbuat curang langsung dicabut,” terangnya.
Namun demikian, kata Surya lagi, pihaknya belum menemukan indikasi tersebut di Kota Lubuklinggau. “Kami belum mendapatkan informasi maupun menemukan adanya penyelewengan tersebut. Kami mengimbau agen dan pangkalan untuk tidak mencari keuntungan dengan merugikan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu dari penelusuran wartawan koran ini, belum ditemukan adanya pemindahan elpiji 3 kg ke tabung 12 kg. Namun, beberapa warga pengguna tabung gas LPG 3 kg mulai mengeluhkan LPG 3 kg karena cepat habis.
Iyem, salah seorang warga Kota Lubuklinggau mengaku merasakan perbedaan terhadap tabung LPG 3 kg sekarang ini lebih cepat habis. “Tabung LPG 3 kg yang pertama dibagikan oleh pemerintah tahan selama 7 hari. Sedangkan saat ini paling lama hanya empat hari elpiji sudah habis. Padahal penggunaan normal saja. Hanya memasak seperti biasa untuk kebutuhan sehari hari, seperti memasak nasi, air, dan lauk pauk,” akunya.
Dia mengaku, kondisi tersebut bukan hanya dirasakan dirinya. “Akan tetapi tetangga saya pun merasakan hal serupa. Kami merasa dirugikan. Namun, kami tidak tahu mengadu ke mana. Saya rasa ada pihak yang sengaja berbuat curang demi meraup keuntungan,” pungkasnya. (02)
0 komentar