LUBUKLINGGAU-Sedikitnya 17 Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Sukajadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Senin (15/2), mendatangi kantor PDAM Tirta Bukit Sulap (TBS) Kota Lubuklinggau. Mereka menuntut pihak perusahaan supaya memperbaiki pendistribusian air ke Kelurahan Sukajadi. Sebab, sudah tujuh hari air PDAM tidak mengalir.
Aksi damai itu dikoordinatori, Rosnawati, bersama puluhan IRT dengan mengenakan baju daster. Tujuannya untuk membuktikan bahwa mereka jarang mandi dalam dua pekan terakhir ini. IRT itu berangkat dari rumah sekitar pukul 10.45 WIB dan tiba di depan PDAM TBS Kota Lubuklinggau pukul 11.00 WIB. Sesampai di kantor mereka diterima langsung oleh Direktur PDAM TBS Kota Lubuklinggau, Suparman dan jajarannya.
Menurut Rosnawati, selama ini air PDAM tidak ada masalah yaitu mengalir siang maupun malam. Namun sejak Juni 2009, air tersebut tidak normal lagi dan hanya mengalir pada siang hari saja. Awal Februari 2010, air PAM tidak mengalir alias mati total.
Lanjut Rosnawati, Februari 2010 terdapat 20 unit rumah yang memasang air PAM baru di Kelurahan Sukajadi. Kalau airnya tidak cukup kenapa dipaksakan dipasang?.
“Warga Sukajadi sangat berharap kepada pihak PDAM TBS Kota Lubuklinggau segera mengatasi masalah ini. Kami selalu bayar rekening air, masak pelayanannya kurang memuaskan,”katanya.
Lantas bagaimana jika keluhan itu tidak terealisasi? Saat ditanya mengenai hal ini Rosnawati mengatakan, dia berjanji akan mengerahkan massa lebih banyak lagi. “Kami akan demo lagi ke PDAM TBS Kota Lubuklinggau,” ujarnya.
Sementara itu Direktur PDAM TBS Kota Lubuklinggau, Suparman yang menerima puluhan IRT mengaku, pihaknya akan menangani permasalan tersebut. “PDAM TBS Kota Lubuklinggau sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menangani permasalahan yang ada di Kelurahan Sukajadi, tetapi air masih tidak mencukupi,” jelasnya.
Diakui Suparman, kondisi matinya aliran air PDAM ini sudah berlangsung sepekan. Ini karena ada kerusakan dititik Sungai Kelingi, dimana debet air yang ada berkurang. Akibatnya, tidak dapat mengaliri daerah Sukajadi yang merupakan dataran tinggi itu. Selain itu, memang ada beberapa kebocoran pipa di daerah itu, sehingga menghambat laju air ke rumah-rumah warga sekitar.
"Namun bila tidak ada kesalahan teknis, insyaallah dalam sepekan ini aliran air PAM lancar kembali," janji Suparman yang ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Kendala seperti ini, lanjut Suparman, sebenarnya masalah lama. Untuk mengatasinya, yakni besarkan produksi air dan kurangi kebocororan-kebocoran yang ada. Dan tentunya masyarakat harus hemat dalam pemakaian air. "Setelah semua ini dijelaskan pada pendemo yang kebanyakan ibu-ibu akhirnya mereka jelas dan mengerti kalau kami juga memikirkan soal itu," jelas Suparman.(15-16)
0 komentar