Image Hosting

LUBUKLINGGAU- Hama tikus masih menjadi salah satu musuh utama petani. Bahkan serangan tikus yang selalu terjadi pada musim tanam bisa menyebabkan puso atau gagal panen. Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (DTPPK) Kota Lubuklinggau, Setia Budi, ada beberapa penyebab hama tikus menyerang sawah para petani, antara lain, monitoring lemah, pengendalian yang dilakukan petani berjalan sendiri-sendiri, terlambat melakukan pengendalian. “Disamping itu juga disebabkan pengendalian tidak dilakukan secara berkelanjutan. Maka dari itu ada baiknya setiap menjalang masa tanam padi lakukan pengendalian hama tikus,” kata Setia Dudi kepada wartawan koran ini di Bandiklat Kota Lubuklinggau, Senin (3/5). 

Ditambahkan Setia Budi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan petani dalam pengendalikan hama tikus yakini yakni dengan cara melakukan gerobyokan lahan, embosan yakni memasukan belerang kedalam lubang tikus. 

Selain itu juga bisa menerapkan temuan baru Tehnologi Tepat Guna (TTG) yakni membasmi hama tikus mengunakan bensin. Adapun bahan yang dipelukan terdiridari bensin secukupnya, kapas atau kain. Caranya, celupkan kapas atau kain kedalam bensin. Selanjutnya kain yang sudah dicelupkan kedalam bensin tadi masukan kedalam lubang tikus. “Gas dan bau bensin mematikan tikus yang berada didalam lubang,” jelasnya. 

Dia menambahkan, pengendalian hama tikus dengan cara gerobyokan yang dilakukan petani di Kota Lubuklinggau selama ini cukup efektif mengendalikan hama. “Namun demikian tidak ada salahnya jika ingin merepakan embosan mengunakan bererang atau ingin mencoba menggunakan bensin,” ucapnya. 

Selain cara tersebut pihaknya juga menganggarkan bantuan racun tikus kepada petani. Menurut Setia Budi, pihaknya tidak menyedia stok racun tikus. Ketika ada permintaan dari petani pihaknya baru menyediakan racun dengan cara membeli kepada rekanan. “Untuk dapat memanfatkan program tersebut petani harus mengajukan proposal ke DTPPK Kota Lubuklinggau melalui kelurahan setempat. Harus ada persetujuan atau rekomendasi dari kelurahan,” jelasnya panjang lebar.(02)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA