LUBUKLINGGAU- Mutasi pejabat di lingkungan Pemkot Lubuklinggau, Sabtu (22/5) lalu menjadi perbincangan dikalangan masyarakat. Sebagian kalangan menilai mutasi tersebut terkesan dipaksakan dan bernuasa politis.
“Setelah kami amati penempatan jabatan pejabat tertentu akhir-akhir ini terkesan dipaksakan. Sebagai contoh, saat mutasi pejabat pada pekan lalu ada beberapa pejabat diantaranya baru dilantik Januari lalu, dimutasikan lagi,” demikian dikatakan Koordinator Sumpah Undang-Undang (SUU) Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas (Mura), Herman Sawiran.
Menurut Herman Sawiran, pada awal kepeminpinan Walikota periode 2008-2013 ini dalam menempatkan pejabat sudah cukup baik, komposisinya pas. “Namun belakangan tampaknya tidak lagi melalui pertimbangan pejabat pembina pegawai. Hal itu dapat dibuktikan kronologis pergeseran pejabat akhir-akhir ini,” ungkapnya.
Masih kata Herman, jika memang dalam menempatkan pejabat melalui mekanisme, seharusnya sebelum melantik pejabat harus diamati dulu kinerja, Track Record-nya, dengan demikian pergantian pejabat tidak terkesan ‘cucuk cabut’. “Coba bayangkan bagaimana pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) menyusun program, jika baru mau bekerja tiba-tiba dimutasi/copot. Ironisnya lagi dibangku panjangkan. Penerapan ‘cucuk cabut’ pejabat seperti sangat mengganggu kinierja pejabat lainnya. Sebab tidak ada jaminan akan menduduki jabatan agak lama. Dengan demikian akibatnya pejabat entah itu eselon IV, III dan eselon II menjadi ogah-ogahan membuat program kerja. Sebab mereka akan berpikir belum tentu lama menduduki jabatan. Kalau memang kepala daerah fair dalam melakukan penilaian terhadap pejabat setidaknya satu tahun baru dapat diketahui kinerjanya bagaimana, jelak atau buruk,” urainya.
Disamping itu Herman juga mengiatkan kepada seluruh para pejabat mulai dari sekda, kepala SKPD hingga staf mulailah menerima walaupun pahit. Bekerjalah sesuai dengan sumpah jabatan, tanpa ada keluhan. “Berkerjalah demi kepentingan rakyat bukan demi kepentingan pribadi. Kepada DPRD Kota Lubuklinggau saya mengiatkan agar mendukung kinerja walikota/wakil walikota dan juga SKPD, awasi dengan baik, jangan sampai lengah. Saya juga perlu mengiatkan eksekutif dan legislatif laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, jangan memberi contoh yang kurang baik dimata masyarakat,” ucapnya mengiatkan.
Menurut walikota, dalam penempatan pejabat sudah melalui mekanisme. “Iya, tentu melalui Baperjakat, saya tidak otoriter mengenai hal itu. Sebelum menempatkan pejabat ‘digodok’ dulu oleh Baperjakat,” akunya.
Walikota mengakui, dalam setiap mutasi atau pergantian pejabat pasti ada yang tidak puas. “Tentu ada yang merasa tidak puas. Jabatan itu adalah titipan,” pungkasnya.(06)
0 komentar