LUBUKLINGGAU-Angin kencang terjadi Minggu (22/11), merusak atap bangunan. Atap bangunan yang rusak adalah bangunan TK Mardhotillah dan atap rumah warga, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.
Akibat kejadian itu total kerugian mencapai jutaan rupiah. Pantauan wartawan koran ini, atap seng pada bangunan rumah milik Asmadit belum diperbaiki. Bagian atap rumah milik guru honor SD Negeri Bingin Jungut, Kabupaten Musi Rawas yang hilang hanya ditutupi terpal seadanya. Sedangkan atap gedung TK Mardhotillah sedang diperbaiki.
Menurut putra Asmadit, Rio (20), saat kejadian dirinya sendirian berada di rumah. Sedangkan kedua orang tuanya berada di Bingin Jungut. “Bapak ada di dusun. Saya sendirian di rumah,” katanya.
Dia menambahkan, kejadian sekitar pukul 15.00 WIB itu tiba-tiba terdengar suara seng melayang. “Setelah dilihat rupanya atap rumah kami terbang dibawa angin.
Atap bangunan yang rusak belum diperbaiki. Untuk sementara waktu, lanjut dia, sebagian seng yang hilang ditutup dengan terpal,” jelasnya.
Salah seorang guru TK Mardhotillah, Eliza, mengakui atap yang sedang diperbaki rusak akibat ‘disapu’ angin, Minggu (22/11). Dia mengaku tidak tahu bagaimana kronologis kejadian. “Saya mendapat informasi atap gedung TK melayang disapu angin,” akunya.
Dia menambahkan, kejadian itu sekitar pukul 16.00 WIB. “Untunglah setelah atap melayang tidak hujan, sehingga dokumen maupun barang lainnya di dalam sekolah itu tidak ada yang rusak,” jelasnya.
Koordinator Tagana Dinas Sosial Kota Lubuklinggau, Benny Aliratsutra mengaku belum mengetahui adanya kejadian itu dan belum menerima laporan. “Saya belum mendapat informasi. Pos Tagana di Kelurahan Ulak Surung tidak melapor ke sini (pos induk di Dinsos-red),“ jelas Benny.(02).





0 komentar