LUBUKLINGGAU-Dewan Pengurus Daerah Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Lubuklinggau menganulir hasil musyawarah Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) BKPRMI Lubuklinggau Selatan I dan Kecamatan Selatan II. Sebab, musyawarah untuk memilih Dewan Pengurus Kecamatan DPK BKPRMI periode 2009-2013 di dua kecamatan itu tidak memenuhi kourum.
Perlu diketahui musyawarah pengurus DPK BKPRMI Lubuklinggau Selatan I, dari 65 orang pengurus, hanya hadir lima orang. Sedangkan musyawarah pengurus DPK Lubuklinggau Selatan II, dihadiri 13 orang pengurus. “Karena tidak kourum, hasil musyawarah dua kecamatan tersebut kami batalkan,” kata ketua DPK BKPRMI Lubuklinggau, H Jamaluddin, usai melantik DPK BKPRMI enam kecamatan dari delapan kecamatan dalam wilayah Kota Lubuklinggau di Hotel Hakmaz Taba, Sabtu (19/12).
Pihaknya memberi batas waktu hingga akhir Desember. “Kalau akhir Desembar pengurus dua kecamatan tersebut tidak bisa melaksanakan musyawarah untuk membentuk DPK BKPRMI periode 2009-2013, sebagaimana yang diharapkan, maka DPD BKPRMI Kota Lubuklinggau terpaksa mengambil alih pengurus DPK dua kecamatan tadi. Dengan demikian pembentukan pengurus baru dua kecamatan tersebut dilakukan DPD,” tegasnya.
Menurut Jamaluddin, ketidakhadiran pengurus dua kecamatan saat musyawarah yang diadakan masing-masing kecamatan tadi, disebabkan kesibukan masing-masing pengurus. “Karena kesibukan masing-masing pengurus sehingga tidak bisa mengikuti musyawarah,” akunya.
Lebih lanjut Jamal, panggilan akrab Jamaluddin menjelaskan, musyawarah yang diadakan beberapa pekan lalu oleh pengurus kecamatan menghasilkan pembentukan pengurus baru untuk kecamatan masing-masing. Ada Enam kecamatan berhasil membentuk kepengurusan baru, yakni Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Timur II. Lalu Kecamatan Lubuklinggau Barat I dan Barat II. Selanjutnya Kecamatan Lubuklinggau Utara I dan Utara II. Total pengurus enam kecamatan itu 187 orang. Namun yang dilantik hanya ketuanya saja, sedangkan pengurus lainnya hanya menyaksikan jalannya pelantikan ketua,” jelas Jamal.
Acara pelantikan DPK BKPRMI tadi sekaligus acara pembukaan penataran guru Taman Kanak-kanak Al Quran atau Taman Pendidikan Al Quran (TKA/TPA). Setidaknya 117 guru ngaji mengikuti penataran selama dua hari dimulai Sabtu hingga Minggu (20-21/12) ditempat yang sama. Berdasarkan data yang dimiliki BKPRMI guru ngaji di Kota Lubuklinggau ada 886 orang, terdiri dari 253 unit TKA/TPA yang ada di Kota Lubuklinggau. Namun yang mendaftar ke panitia untuk mengikuti penataran hanya 117 orang.
“Kami berharap semua guru ngaji mengikuti kegiatan penataran ini dengan sebaik-baiknya, sehingga menghasilkan guru ngaji yang betul-betul paham dengan metode Iqra’ dan kurikurum yang sesuai dengan BKPRMI,” harapnya.
Jamal juga menyebutkan jumlah anak didik TKA/TPA se-Kota Lubuklinggau, yang belajar mengaji tersebar pada 253 unit TKA/TPA 10.435 anak. Dia mendoakan semoga 10.435 santri tersebut menjadi generasi Qurani. “Sehingga menjadikan Kota Lubuklinggau menjadi kota Madani demikian juga masyarakatnya,” tambahnya.
Lebih lanjut Jamal menjelaskan, BKPRMI adalah salah satu kelompok pemuda Indonesia yang memiliki tanggung jawab untuk turut berpartisipasi aktif mewujudkan pembangunan bangsa menuju masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT. “Ikut mendukung suasana yang harmonis, damai, dan sejahtera di tengah masyarakat nasional dan internasional. Oleh sebab itu, kader-kader BKPRMI harus memiliki cita-cita sebagai berikut, Muwahid (pemersatu), Mujahid (pejuang), Muaddib (pendidik), Musyadid (pelurus) dan Mujaddid (pembaharu),” imbuhnya.
Pengukuhan pengurus kecamatan BKPRMI dan membuka penataran guru TKA/TPA dilakukan Asisten I, Izhar Syafawi, mewakili walikota Lubuklinggau. Dalam amanat tertulis walikota Lubuklinggau mengatakan, penataran guru TKA/TPA sangat penting. Melalui penataran ini diharapkan dapat menambah pengetahuan guru TKA/TPA BKPRMI dalam mendidik santri menjadi generasi Qurani,” kata walikota. (02)





0 komentar