LUBUKLINGGAU-Pagar berduri dipasang warga yang tidak setuju dengan keberadaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, akhirnya dibongkar warga yang pro TPU, Minggu (6/12).
Pembongkaran pagar kawat berduri dengan ukuran tinggi sekitar 1 meter dan lebar 4 meter, semula tanpa rencana dan tidak ada komando. Pantauan koran ini di lahan TPU yang berada di RT 07 sekitar pukul 09.00 WIB, ratusan warga dari RT 01 hingga RT 07 bergotong royong membongkar pagar berduri.
Setelah hampir selesai warga membersihkan lokasi TPU, sebagian warga lainnya dibawah komando ketua panitia TPU, RH Lamongga (65), dan beberapa ketua RT merintis jalan alternatif menuju ke TPU, sebagai solusi atas penutupan jalan utama oleh warga yang tidak mendukung TPU.
Ada dua jalan alternatif yang akan dibuka warga, jalan pertama hasil kesepakatan lisan antara RH Lamongga, ketua RT dan tokoh masyarakat dengan salah seorang warga bernama Gadi (68). Bahwa Gadi menghibahkan tanahnya untuk dibuat jalan dengan ukuran lebar 1,5 meter, panjang sekitar 50 meter. Pemberian tanah dari Gadi terhitung instant karena disepakati saat bergotong royong dan atas permohonan warga umumnya. Setelah Gadi mengizinkan tanahnya untuk dibuat jalan, sontak sebagian warga langsung melakukan pembersihan dan menebas jalan baru.
Sedangkan alternatif jalan kedua melalui kebun karet warga bernama Romlah. Karena banyaknya warga yang gotong royong, RH Lamongga dibantu beberapa ketua RT mengarahkan sebagian warga untuk langsung mengerjakan jalan alternatif kedua. Saat sebagian warga akan mengerjakan jalan kedua itu pula, tanpa komando sebagian warga secara cepat seraya berteriak keras, ”bongkar, bongkar,” maka pagar berduri itu pun dibongkar. Usai pembongkaran, turun hujan rintik-rintik, dan sebagian besar warga yang gotong royong meninggalkan lahan TPU.
Kondisi lahan TPU pasca gotong royong terlihat rapi dan bersih. Lahan berukuran lebar 65 meter dan panjang 102 meter baru ditempati tiga unit makam. “TPU ini baru dipakai pertama kali oleh warga yang meninggal pasca hari raya Idul Fitri 1430 H lalu,” ujar RH Lamongga. (12)





0 komentar