Image Hosting


LUBUKLINGGAU-Sudah 10 hari Terminal Tipe B Petanang, Kecamatan Lubuklinggau Utara I dioperasikan. Namun, hingga kini pengoperasiannya belum maksimal.

Maksudnya, masih banyak angkutan desa (Angdes) dari arah utara mengambil jalan pintas, bermaksud menghindar masuk terminal. Plt Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi (Dishubkominfo) Kota Lubuklinggau, Azhari Yuan tidak menampik masih banyak Angdes dari arah utara mengambil jalan pintas. Menurut dia, karena pengoperasian terminal masih tergolong baru sehingga butuh waktu. Azhari mengaku belum tahu berapa total Angdes dari arah utara. “Untuk itu perlu didata dulu berapa sebenarnya jumlah Angdes dari arah utara,” akunya.

Mantan lurah 7 dan 10 Ulu, Palembang ini menambahkan, pihaknya akan mengevaluasi tim pengoperasian terminal. Semula direncanakan tim bekerja dua minggu terhitung sejak dioperasikan. “Kami lihat dulu perkembangannya bagaimana, bisa saja ditambah. Dengan demikian lebih dari dua minggu. Namun, saya belum bisa memastikannya harus menunggu keputusan dalam rapat bersama tim,” jelas mantan pegawai DLLAJ Kota Pelembang dan Prabumulih ini.

Mantan Kabid DLLAJ Dishubkominfo Kota Lubuklinggau melanjutkan, pihaknya optimis terminal dapat beroperasi maksimal asalkan didukung semua pihak. Untuk itu dia mengharapkan dukungan semua pihak. “Mari bersama-sama kita bangun kebersamaan. Tidak bisa hanya mengandalkan Dishub saja, akan tetapi semua pihak mulai dari Dishub, Polisi, Sat Pol-PP. Dan juga forum persatuan angkutan, seperti Organisasi Angkutan Darat (Organda), serta forum Angkot-Angdes dan sebagainya,” ucapnya.

Disingung soal rendahnya pencapaian target PAD 2009 yang hanya menyerap 45.15 persen atau Rp 542,9 juta dari target yang ditetapkan Rp 1,2 miliar. Menurut dia, target tersebut terlalu tinggi. Sedangkan sumber pendapatan Dishubkominfo hanya sedikit, diantaranya parkir dan kir kendaraan.

Dia mengungkapkan, pengelolaan parkir diberikan target kepada koordinatornya. “Kalau target terlalu tinggi siapa yang sanggup,” ungkapnya, seraya menjelaskan pertanyaan sebagian masyarakat mengenai karcis parkir.

“Menggunakan karcis parkir justru rawan penyimpangan. Contohnya, untuk mengetahui pendapatan parkir tentunya menghitung jumlah karcis yang terjual. Lalu bagaimana kalau petugas parkir tidak memberikan karcis kepada pengguna jasa parkir. Bisa saja satu hari hanya diberikan 10 karcis saja. akan tetapi kalau pakai target mau tidak mau suka atau tidak suka petugas parkir harus menyetor berdasarkan target yang ditetapkan. Jika dia dapatnya kurang dari target artinya harus menutupi kekurangan. Demikian juga sebaliknya jika pendapatannya melebihi taget, maka kelebihan dari target menjadi hak petugas parkir,” urainya panjang lebar. (02)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA