LUBUKLINGGAU-Awal 2010, menjadi tonggak bersejarah pembangunan mental spiritual warga Kelurahan Lubuk Binjai, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I. Sebab, Jumat(1/1), warga kelurahan itu memulai pelaksanaan pembangunan masjid yang lebih representatif.
Demikian disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Lubuklinggau, Ruslan Erli kepada wartawan koran ini, Jumat(1/1).
Dia menambahkan, peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan masjid diberinama AR Ridho itu dilakukan secara langsung oleh Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi. Lahan yang dijadikan lokasi pembangunan masjid tersebut seluas 500 meter persegi yang merupakan hibah dari dua orang warga setempat, yakni Baharudin dan Zainuddin.
Ide pembangunan masjid tingkat Kelurahan Lubuk Binjai bermula dari musyawarah warga dan tokoh masyarakat. Sebagai modal awal pembangunan masjid dananya berasal dari sumbangan warga, dengan ketentuan setiap kepala keluarga menyumbang Rp 20 ribu per bulan.
“Alhasil, terkumpulah dana untuk memulai pembangunan. Pada acara peletakan batu pertama, kemarin, Walikota Riduan atas nama pribadi dan keluarga menyumbang Rp 75 juta,” jelasnya.
Selain itu pejabat yang menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Ar Ridho secara spontanitas juga memberikan sumbangan, diantaranya Sekda Kota Lubuklinggau, Akisropi Ayub dan sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Lubuklinggau.
Bantuan secara spontanitas berhasil menghimpun dana Rp 22 juta. Kemudian Pemkot Lubuklinggau melalui Bagian Administrasi Kesra memberikan bantuan Rp 1 juta. Dalam waktu satu hari saat acara peletakan batu pertama panitia pembangunan masjid mampu mengumpulkan dana Rp 98 juta.
Menurut Riduan, dirinya akan membantu sepenuhnya pembangunan masjid disamping kantor Kelurahan Lubuk Binjai tersebut. “Nanti kalau masih kekurangan dana beritahu saya,” kata Riduan.
Dalam kesempatan tersebut Riduan mengharapkan, nantinya setelah selesai pembangunan masjid ini (Ar Ridho) hendaknya masyarakat sekitar sering melaksanakan salat berjamah di masjid. Jadikan masjid sebagai tempat melaksanakan ibadah. Selain itu juga menjadi tempat syiar agama Islam. Dan saya mengharapkan bisa dipakai ibu-ibu pengajian. Disamping itu adakan Taman Pendidikan Al Quran (TPA),” harapnya.
Acara peletakan batu pertama dihadiri pejabat di lingkungan Pemkot Lubuklinggau, kepala kantor Departemen Agama (Depag) Kota Lubuklinggau, HM Asri, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Lubuklinggau, H Abdullah. Sejumlah Anggota DPRD Kota Lubuklinggau, diantaranya Fatimah Akisropi dan Sofian. Setelah peletakan batu pertama pembangunan Masjid Ar Ridho, walikota beserta rombongan melakukan safari Jumat di Masjid Muhajirin.(02)





0 komentar