LUBUKLINGGAU- Badan Urusan Logistik (Bulog) Muara Beliti, Kota Lubuklinggau periksa ulang beras miskin (Raskin) yang ada di gudangnya. Pemeriksaan itu dilakukan guna menjamin kualitas beras yang akan disalurkan kepada Rumah Tangga Sasaran (RTS).
“Beras raskin yang kami bagikan sudah melalui proses pemantauan ulang setiap karungnya. Beras yang dinilai dibawah standar tidak akan kami salurkan kepada RTS,” demikian dikatakan Kepala Bulog Muara Beliti, Kota Lubuklinggau, Meizarani kepada wartawan koran ini ketika dihubungi melalui ponselnya, Senin (8/2).
Bahkan pihaknya memberi garansi terhadap beras yang sudah disalurkan. “Jika raskin yang kami salurkan kualitasnya kurang baik silakan kembalikan ke Bulog. Kalau penerima Raskin mendapatkan beras terlalu banyak menir, dan patah silakan kembalikan, kami siap menukar dengan yang lebih baik,” tegasnya.
Dia mengungkapkan, hasil pantauan tim koordinasi program bantuan Raskin dari Pemprov Sumsel belum lama ini menemukan bahwa dua dari tujuh sampel beras di gudang Bulog dibawah standar. Beras dinyatakan dibawah standar karena banyak butir beras yang patah dan banyak menir. “Beras dibawah standar tidak kami bagikan kepada RTS,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya sudah mendistribusikan Raskin. Setidaknya sudah 200 ton Raskin yang sudah dibagikan kepada RTS di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Mura, dengan rincian Kota Lubuklinggau 142 ton. Sedangkan Kabupaten Mura 58 ton.
Jatah Raskin Kota Lubuklinggau untuk Januari sudah tersalur 80 persen. Beberapa kelurahan bahkan sudah meminta jatah Februari. Sedangkan jatah Raskin Kabupaten Mura untuk Januari baru 10 persen. “Kami menyalurkan Raskin berdasarkan permintaan. Sesuai ketentuan Raskin 2010, cash dan carry atau setor dulu, kemudian baru disalurkan,” terangnya.
Pihaknya terpaksa menerapkan cash dan carry terhitung Januari 2010. Sebab, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, Raskin disalurkan terlebih daluhu banyak yang menunggak pembayaran. (02)





0 komentar