Image Hosting

LUBUKLINGGAU-Musyawarah rencana pembangunan tingkat kelurahan (Musrenbangkel) Taba Koji, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, menghasilkan delapan program pembangunan. Program tersebut terdiri dari usulan pembangunan fisik dan non fisik.

“Untuk pembangunan fisik ada enam kegiatan prioritas, yakni membangun jembatan penghubung antara Rukun Tetangga (RT) 2 dan 3. Pembangunan siring di belakang pusat kesehatan kelurahan (Puskeslur). Lalu pengerasan jalan sepanjang 50 meter, pembangunan Jalan Aneka menuju Sungai Kelingi sekitar 150 meter dan lebar 3 meter. Kemudian peningkatan jalan menuju ke kantor Kelurahan Taba Koji,” kata Mustafa Kamal, Lurah Taba Koji, saat Musrenbang di kantor Lurah Taba Koji, Sabtu (13/2).

Dia menambahkan, untuk usulan non fisik masyarakat mengusulkan pinjaman dana bergulir, untuk usaha kecil dan pembinaan mejelis taqlim. Lurah dilantik Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi, Jumat (12/2) juga mengungkapkan dari Musrenbagkel di kelurahannya dari tahun 2005 ada 12 usulan pembangunan prioritas. “Dari 12 usulan tersebut yang sudah terealisasi berupa pengerasan jalan, dari Jalan Yos Sudarso hingga ke kantor Lurah Taba Koji. Kemudian pembangunan Jalan Aneka dan Puskeslur,” ungkap mantan Sekretaris Lurah (Seklur) Taba Koji, dari tahun 2004 hingga 12 Februari 2010.

Camat Lubuklinggau Timur I, Walyusman mengatakan, hasil Musrenbagkel paling lambat sudah harus disampaikan ke kecamatan Senin (15/2). “Laporan tersebut berbentuk print out dan berupa file disimpan di plasdisk atau cakram CD. Sebab, Rabu (17/2), akan diadakan Musrenbang kecamatan,” katanya.

Acara tersebut dihadiri Anggota DPRD Kota Lubuklinggau, Romijaya dan Jonny Kenyong. Dalam kesempatan itu Romijaya mengungkapkan, Musrenbangkel merupakan cikal bakal pembangunan kota. Sebab, melalui musyawarah tersebut dapat menampung aspirasi usulan pembangunan masyarakat. Dia berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas acara seremonial saja yang diadakan dari waktu-ke waktu. Akan tetapi benar-benar menjadi program untuk menentukan rencana pembangunan Kota Lubuklinggau kedepan.

Untuk itu dia berharap kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk dapat menghadiri undangan Musrenbagkel. “Saya berharap SKPD hadir dalam Musrenbangkel agar benar-benar mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat,” harapnya.

Menurut dia, sebelum menjadi anggota DPRD dirinya merupakan anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Berdasarkan pengalaman tersebut, lajut dia, terkadang pembangunan prioritas yang sangat diharapkan masyarakat sering tidak terwujud. Uniknya justru pembangunan yang tidak diharapkan justru dibangun. Inilah persoalan yang terjadi selama ini. Hal itu terjadi, kata dia lagi, disebabkan karena SKPD jarang menghadiri Musrenbangkel sehingga tidak tahu apa kebutuhan masyarakat.

“Saya mendukung adanya Musrenbangkel, karena melalui kegiatan ini menampung usulan pembangunan dari masyarakat. Maka dari itu setiap ada Musrenbagkel di daerah pemilihan (Dapil) saya, yakni Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan II selalu saya ikuti. Kerena saya ingin mengetahui usulan apa saja dari kelurahan. Sehingga saat pembahasan ditingkat legislatif nanti bisa saya perjuangkan. Sebab saya tahu persis karena mengikuti dari awal,” katanya.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Jonny. Pria yang akrab disapa Kenyong mengaku sudah mengikuti Musrenbangkel di sejumlah kelurahan. “Khususnya kelurahan dalam wilayah Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan II. Saya selaku anggota dewan memiliki rasa tanggung jawab moral untuk memperjuangkan pembangunan Dapil saya. Dimana saya menjadi DPRD karena dukungan masyarakat,” ucapnya.

Acara tersebut selain dihadiri mantan Lurah Taba Koji, Khyar Fahmi, Ketua LPM, H Anwar, tokoh masyarakat, ketua RT se-Kelurahan Taba Koji dan Tim Penggerak PKK kelurahan dan kecamatan. (02)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA