LUBUKLINGAU- Pernyataan salah seorang anggota DPRD Kota Lubuklinggau, Andri Tanzil dikecam Forum Sopir Angkot Megang (FSAM). Sebab, politisi Partai Damai Sejahtera (PDS) terkesan tidak mendukung pengoperasian Terminal Tipe B Petanang, Kecamatan Lubuklinggau Utara I.
Salah seorang anggota FSAM, Angko mengatakan, pernyataan Andri Tanzil tersebut sangat mengecewakan. “Seharusnya sebagai wakil rakyat mendukung kebijakan Pemkot untuk mengembangkan kota,” ucapnya.
Dilanjutkan Sopir Angkutan Kota (Angkot) Sidorejo, Jauhari, apa yang sudah ditetapkan Pemkot itu sesuai dengan konsep pengembangan wilayah. “Kita semua sama-sama ada kepentingan di Kota Lubuklinggau. Jangan hanya memperhatikan ekonomi para pedagang akan tetapi perhatikan juga nasib para sopir Angkot yang ada di Kota Lubuklinggau,” harapnya.
Ditambahkan oleh Iwan Dagu, dirinya berharap politisi tersebut minta maaf kepada rakyat kecil seperti sopir Angkot. “Jika tidak minta maaf, kami akan mendemo rumah politisi tersebut. Jangan hanya memandang sisi pedagang saja dan kesejahteraan pedagang, akan tetapi kesejahteraan kami perlu juga diperhatikan,” tegasnya.
Pada penertiban Angdes tidak boleh masuk kota akan memberi dampak positif bagi para pedagang dan sopir Angkot. “Sebab kota kita salah satu kota transit dan tidak mungkin akan mengalami kemerosotan omzet yang drastis. Seperti di Palembang saat penertiban pasar 16 Ilir ke pasar induk Jakabaring juga mengalami hal yang sama. Terbukti, sekarang para pedagang yang jualan di pasar induk Jakabaring sejahtera semua,” ucapnya memberi contoh.
Dia menambahkan, tidak mungkin pemerintah mengeluarkan peraturan yang mengabaikan kepentingan rakyat.
Sebagaimana diketahui, pernyataan Andri Tanzil yang dilansir koran ini edisi Kamis (11/3). Dia mengatakan, kebijakan Pemkot melarang Angdes masuk kota kebijakan lemah kajian. Menurut Andri, sejak pelarangan Angdes masuk kota mengakibatkan omzet penjualan pedagang di Inpres Kota Lubuklinggau sepi.(16)





0 komentar