Image Hosting

LUBUKLINGGAU- Enam sungai yang ada di Kota Lubuklinggau dinyatakan masih layak untuk dikonsumsi. Kepastian tersebut berdasarkan hasil uji Laboraturium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Kelas I Palembang.
Pengujian kualitas enam air sungai dilakukan 21 November 2009. Adapun enam sungai dimaksud terdiri dari Sungai Kelingi, Kasie, Malus, Air Kati, Mesat, dan Lakitan. “Mayoritas kadar dari parameter yang diamati dibawah baku mutu,” kata Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Lubuklinggau, Erwin Armeidi kepada wartawan koran ini di kantornya Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kamis (25/3).
Namun demikian, lanjut Erwin, dari sejumlah sampel air sungai yang diambil di beberapa titik sungai Air Malus di bagian tengah memiliki kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD) atau kadar oksigen terlarut agak mengkhawatirkan. Dari hasil uji labor, kadar BOD-nya sebesar 3,68 mg/liter atau lebih tinggi 1,68 dari kadar maksimal sesuai Pergub No.16 Tahun 2005 tentang Baku Mutu Air Sungai yakni 2 mg/liter.
“Banyak penyebab hingga kadar BOD tinggi. Misalnya, adanya limbah industri makanan dan sebagainya. Dan jika BOD tinggi, tentunya kadar oksigen terlarut akan rendah. Artinya air kekurangan oksigen, jadi zoo planton tidak akan bertahan sehingga akan berdampak pada biota lainnya seperti ikan,” jelasnya.
Dari segi temperatur, keenam sungai yang diambil sampel per sungai dari bagian hulu, tengah dan hilir menunjukan temperatur yang cukup baik atau 25 oC atau masih dibawah 28 oC sesuai Pergub. Begitupun zat larut tersuspensi, Chemical Oxygen Demand (COD), PH atau kadar asam, ecoli, dan kandungan minyak dan tanah. “Untuk PH masih dibawah baku mutu atau 7,68 dari ketentuan 6-9. Begitupun ecoli atau bakteri dari tinja yang hanya 4,32 coloni/100 ml air dari 1000 coloni/100 ml air,” urai mantan camat Lubuklinggau Timur ini.(02)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA