+copy.jpg)
Foto : Hetty/Linggau Pos
KUNJUNGAN : Kabid Banjamsos Dinsos Provinsi Sumsel, MS Sumarwan, ketika melakukan kunjungan ke Posko penanggulangan bencana Kota Lubuklinggau, Selasa (23/3).
LUBUKLINGGAU- Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menunjuk Kota Lubuklinggau sebagai pilot project Kampung Siaga Bencana (KSB). Dipilihnya Kota Lubuklinggau menjadi pilot project KSB didasari atas kesiapan posko penanggulangan bencana yang dimiliki.
Tidak hanya itu juga didukung peralatan komunikasi yang telah disebarkan ke seluruh kecamatan dan kelurahan serta didukung oleh personil dalam hal ini Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang terlatih.
Hal tersebut seperti diungkapkan Kepala Dinsos Provinsi Sumsel, Ratnawati, melalui Kepala Bidang (Kabid) Bantuan dan Jaminan Sosial (Banjamsos), MS Sumarwan, kepada wartawan koran ini ketika menghadiri acara pemantapan Tagana Kota Lubuklinggau 2010, di Ball Room Hotel Dempo Permai Lubuklinggau, Selasa (23/3).
“Kota Lubuklinggau merupakan daerah transit untuk dijadikan mobilisasi dengan daerah lain. Terbukti pada saat bencana banjir yang melanda Kabupaten Mura serta gempa bumi yang terjadi di Sumatera Barat, dengan sigapnya anggota Tagana Kota Lubuklinggau membantu proses evakuasi. Untuk itulah kami menunjuk Kota Lubuklinggau menjadi pilot project KSB,” terang pria yang akrab disapa Marwan ini.
Konsep dari KSB yaitu para personil anggota Tagana memberikan pengetahuan kepada masyarakat terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana yang suatu ketika bisa terjadi. Untuk itu, dia berharap anggota Tagana yang ada dimasing-masing kecamatan supaya semaksimal mungkin mengantisipasi terjadinya bencana.
“Paling tidak, di setiap kecamatan minimal ada lima anggota Tagana. Tugas mereka yakni memberikan pengetahun kepada masyarakat tentang penanggulangan bencana. Sebab, mereka merupakan anggota yang sudah terlatih dan telah berpengalaman,” lanjutnya.
Untuk membantu kelancaran proses pengevakuasian anggota Tagana menuju lokasi bencana, Dinsos Sumsel segera merealisasikan keingianan anggota Tagana Kota Lubuklinggau untuk memiliki kendaraan operasional. Sebab, sejauh ini Tagana Kota Lubuklinggau belum memiliki kendaraan operasional yang dimaksud.
“Insyaallah dalam waktu dekat kami akan segera mewujudkan keinginan Tagana Kota Lubuklinggau untuk memiliki kendaraan operasional, yang bertujuan untuk mempermudah gerak cepat anggota dalam menuju lokasi bencana. Sebab, kesiapan posko, personil, serta dukungan pemerintah setempat sudah dimiliki Tagana Kota Lubuklinggau tinggal mobilisasi saja yang saat ini dibutuhkan. Rasanya kami tidak salah kalau menunjuk Kota Lubuklinggau sebagai KSB wilayah Sumsel,” pungkasnya.(05)





0 komentar