Image Hosting

LUBUKLINGGAU- Penertiban Pedagang Kali Lima (PKL) di Simpang Ridan hingga ke Jalan Panorama mulai kendur. Buktinya, sejak beberapa hari terakhir sebelum pukul 14.00 WIB PKL sudah berdagang di kawasan itu.
Padahal sejak tiga bulan terakhir di kawasan tersebut diberlakukan bebas dari PKL mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Artinya sebelum pukul 14.00 WIB PKL dilarang menggelar dagangannya di kawasan itu. Kondisi tersebut terjadi disinyalir petugas mulai kendur melakukan penertiban.
Salah seorang warga yang meminta namanya tidak ditulis berharap Pemkot Lubuklinggau konsisten dalam menjalankan program. “Apalagi dalam menegakan peraturan. Kalau melihat kondisi seperti persoalan kesemrawutan di kawasan tersebut tidak akan berhasil,” ucapnya.
Dia mengaku pesimis kesemrawutan tersebut dapat diatasi. “Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya program menertibkan kesemrawutan dilakukan setengah-setengah. Maksudnya petugas tidak konsisten. Kalau ‘kencang-kendur’ seperti selama ini saya pesimis kesemrawutan itu dapat diatasi,” ungkapnya.
Saat dikonfirmasi wartawan koran ini, Kepala Kantor Polisi Pamong Praja (Kakan Sat Pol-PP) Kota Lubuklinggau, Alha Warismi mengatakan, pihaknya tetap menempatkan petugas Pol-PP untuk menertibkan kawasan itu. “Setiap hari petugas ditugaskan untuk menertibkan PKL di kawasan itu,” katanya di kantor Sat Pol-PP kompleks perkantoran Pemkot Lubuklinggau Jalan Garuda Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Selasa (30/3).
Dia berjanji akan mengawasi kinerja bawahannya. “Nanti akan saya cek di lapangan. Kalau petugas tidak rutin melakukan penertiban maka akan ditegur. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan diberikan sanksi. Kami tetap komitmen untuk menjalankan program pemerintah sesuai aturan yang ada,” tegasnya.(02)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA