Image Hosting


foto : m yasin/linggau pos
SERAHKAN : Kadisduk Capil Kota Lubuklinggau, Rusdan Nuzli menyerahkan kelengkapan petugas sensus secara simbolis pada acara pelatihan petugas Sensus Penduduk 2010 di Hotel Sempurna Lubuklinggau, Sabtu (3/4).


LUBUKLINGGAU- Setidaknya ada 143 pertanyaan akan ditanyakan petugas sensus penduduk kepada Kepala Rumah Tangga (KRT). Jumlah pertanyaan dalam Sensus Penduduk 2010 lebih banyak dibandingkan Sensus Penduduk 2000, yang hanya 18 pertanyaan.
“Bertambahnya jumlah pertanyaan tersebut agar hasil Sensus Penduduk 2010 ini dapat menggambarkan kondisi sesungguhnya. Supaya lebih akurat dari sensus sebelumnya. Sebab, hasil dari sensus penduduk ini akan digunakan pemerintah dalam menentukan arah kebijakan 10 tahun kedepan,” demikian diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lubuklinggau, Helmi Tarmizi pada acara pelatihan petugas Sensus Penduduk 2010 di Hotel Sempurna Lubuklinggau, Sabtu (3/4).
Dia menambahkan, pertanyaan sensus terdiri dari jumlah anggota keluarga, pendidikan, kesehatan dan lain-lain. “Petugas sensus harus teliti dan berhati-hati dalam mengisi blanko sensus. Dan harus menggunakan huruf balok. Sebab pelaporan sensus penduduk menggunakan sistem scanner,” terangnya.
Dengan begitu, petugas sensus penduduk harus mampu menyelesaikan tugasnya di lapangan mulai 1 hingga 31 Mei 2010. “Maksudnya seluruh pengisian blanko sensus harus dilakukan saat wawancara dengan KRT atau warga. Pekerjaan itu tidak boleh dikerjakan di kantor. Ketika blanko dibawa ke kantor BPS sudah selesai dikerjakan di lapangan. Petugas sensus di kantor BPS meneruskan laporan ke BPS Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel),” jelasnya.
Untuk itu pihaknya membagi tugas sensus berdasarkan blok. Sensus Penduduk di Kota Lubuklinggau dibagi menjadi 513 blok yang dikerjakan oleh 414 petugas sensus. “Dari 414 petugas itu dikelompokan menjadi beberapa tim. Satu tim terdiri dari empat orang, tiga orang melakukan pendataan atau pencacahan sedangkan satu orang lagi sebagai ketua tim. Dengan begitu diharapkan ketua tim dapat menyelesaikan kalau terjadi kendala bagi petugas saat melakukan pendataan di lapangan,” ucapnya panjang lebar.
Maka dari itu pihaknya memberikan pembekalan kepada petugas agar tidak salah dalam pengisian blanko hasil wawancara kepada KRT atau warga. “Pelatihan berlangsung tiga hari. Dari 414 orang dibagi menjadi tiga kelompok/gelombang dalam mengikuti pelatihan ini,” jelasnya.
Sensus penduduk tidak sekedar untuk mengetahui jumlah penduduk Indonesia saja, akan tetapi hasil sensus menjadi bahan pemerintah untuk menentukan arah kebijakan. “Keliru kalau mendata akan mempengaruhi kebijakan pemerintah kedepan. Makanya petugas sensus orangnya harus memiliki komitmen dan bertanggung jawab terhadap tugasnya,” terangnya.
Dia berharap, hasil sensus 2010 benar-benar akurat. Untuk itu diharapkan peran serta masyarakat. “Maksudnya saat petugas melakukan pendataan atau wawancara hendaknya memberikan informasi yang benar. Satu orang saja tidak terdata sangat mempengaruhi kebijakan pemerintah. Untuk itu saya berharap dalam diri masyarakat akan merasa rugi jika dirinya tidak didata,” urainya panjang lebar.
Dia memberi contoh, misalnya, pemerintah akan menghitung kebutuhan pangan. Sebelumnya pemerintah harus mengetahui jumlah penduduk berdasarkan usia. Sehingga perhitungan kebutuhan pangan dapat diketahui. “Jika satu orang saja tidak terdata, artinya keberadaannya tidak dihitung oleh pemerintah.
Dengan demikian perhitungan kebutuhan pangan tadi tidak akurat,” pungkasnya. Acara pembukaan pelatihan tersebut dihadiri walikota Lubuklinggau diwakili Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Lubuklinggau, Rusdan Nuzli.(02)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA