Image Hosting


 foto : istimewa
MENGHIAS : Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Septiana Zuraida membantu menghias penari di Belanda beberapa hari lalu.

LUBUKLINGGAU- Terjadinya pro dan kontra di kalangan elemen masyarakat dan anggota DPRD terkait keberangkatan Tim Kesenian (Timkes) Kota Lubuklinggau ke Belanda ditanggapi Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi. Menurut walikota, setiap pelaksanaan suatu kegiatan dapat dipastikan akan terjadi pro dan kontra. 

Walikota berharap semua elemen masyarakat untuk tidak berfikir negatif dalam menyikapi suatu kegiatan. “Jangan berfikir negatif dulu. Timkes Kota Lubuklinggau berangkat ke Belanda mengisi acara Pasar Malam Indonesia. Didalam kegiatan pasar malam tersebut menampilkan kesenian tradisional Nusantara, bukan hanya Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) saja yang mengisi kegiatan tersebut akan tetapi seluruh provinsi yang ada di Indonesia,” jelas walikota kepada wartawan koran ini di Balai Kota Lubuklinggau, Kamis (15/4), setelah menyaksikan gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) yang akan dipemerkan pada TTG tingkat Sumsel di Kabupaten Musi Rawas (Mura), Selasa (20/4) nanti . 
Ditambahkan walikota, Timkes Kota Lubuklingau adalah salah satu dari empat kabupaten/kota di Sumsel yang diutus untuk mengikuti kegiatan tersebut. Adapun kabupaten/kota dimaksud yakni Kabupaten Lahat, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Kota Prabumulih. Dasar hukum Pemkot Lubuklinggau mengikuti kegiatan itu melalui surat penunjukan Gubernur Sumsel. “Selain itu sebelum diprogramkan, terlebih dahulu dievaluasi apakah sudah layak Kota Lubuklinggau untuk mengikuti pentas seni itu,” terangnya. 
Selama di Belanda Timkes Kota Lubuklinggau mendapat kesempatan empat kali tampil. Kegiatan ini merupakan ajang promosi atau memperkenalkan tradisi budaya yang ada di Indonesia. “Warga Negera Belanda begitu antusias terhadap penampilan Timkes Kota Lubuklinggau. Bahkan tidak sempat lagi beristirahat karena banyak yang ingin berfoto. Mereka begitu tertarik terhadap pakaian yang dikenakan penari Timkes Kota Lubuklinggau,” ucap walikota. 
Walikota juga menampik isu yang beredar di gedung DPRD Kota Lubuklinggau, dua anggota DPRD yang ikut ke Belanda dikabarkan mengantongi surat keputusan (SK) selaku juru tatarias. “Tidak benar itu, juru tatariasnya ada. Mereka (anggota DPRD) ikut ke Belanda mewakili Komisi II,” tegasnya, sembari menyebutkan, kalau tidak membawa juru tataris dari sini (Lubuklinggau) biaya yang akan dikeluarkan lebih besar. Sebab, Timkes tampil beberapa kali. Kalau ke salon Belanda tentu kostnya lebih besar. Bahkan, lanjut walikota, Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Septiana Zuraida juga ikut membantu juru tatarias namun tenaganya terbatas. “Ibu Anna juga ikut membantu menghias penari,” pungkasnya. (02)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA