Image Hosting

Jumlah Warnet Terus Bertambah

Rabu, 12 Mei 2010

Sekarang 68 Warnet 

Baru 20 Warnet yang Memiliki Izin 

LUBUKLINGGAU- Keberadaan Warung Internet (Warnet) di Kota Lubuklinggau tumbuh subur bak jamur dimusim penghujan. Buktinya berdasarkan data Kantor Pelayanan Perizinan (KPP) Kota Lubuklinggau per 31 April 2010 berjumlahnya 68 unit. 

“Padahal pada Pebruari tercatat hanya 48 Warnet yang tersebar di seluruh kecamatan dalam Kota Lubuklinggau,” seperti diungkapkan Kepala KPP Kota Lubuklinggau, Syafriadi melalui Kasi Pengolahan Data dan Pemeriksaan Izin, Asep Herdiana kepada wartawan koran ini di kantornya, Senin (10/5). 

Menurut dia, dari 68 Warnet yang terdeteksi pihaknya baru 20 Warnet yang mengurus izin. “Sisanya 48 Warnet belum mengurus izin. Kami terus melakukan pendekatan dan himbauan agar menurus izin. Dari sejumlah pelaku usaha Warnet yang kami kunjungi mereka belum mengurus izin karena pendapatannya belum sebanding terhadap modal yang dikeluarkan. Mereka mengaku hasilnya sedikit jadi belum mengurus izin. Jika nantinya pendapatan sudah stabil mereka mau mengurus izin,” terang Asep. 

Ada juga diantara pengusaha Warnet yang dikunjungi KPP mengaku belum mengurus izin karena belum tentu bisnisnya bertahan lama. “Mereka (pelaku usaha Warnet) khawatir sudah mengurus izin bisnisnya tutup karena sepi pengunjung. Mengingat bisnis tersebut mengikuti trend. Sekarang ini memang sedang trend. Beberapa bulan kedepan belum tahu perkembangan pasar. Kami memaklumi hal itu. Pada prinsipnya KPP terus melakukan pendekatan dan himbauan kepada pelaku usaha agar mengurus izin. Sehingga usaha yang ditekuni legal,” ungkapnya. Sembari menyebutkan, Warnet yang terdata saat ini 68, bisa saja nanti jumlah bertambah. Sebab petugas KPP terus mendata di lapangan. 

Menurut Asep, persyaratan mengurus izin warnet hingga saat ini belum ada persyaratan khusus. “Belum ada kentuan khusus. Persyaratannya seperti biasa persyaratan izin usaha lain. Syarat dimaksud mengisi formulir yang sudah disediakan di kantor KPP, fotocoppy Kartu Tanda Penduduk (KTP), pasfoto,” terangnya. 

Selanjutnya membayar retribusi perizinan. Ada tiga izin usaha Warnet diantaranya Surat Izin Tempat Usaha (SITU), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahan (TDP). Nominal retribusi izin tergantung modal dan lokasi. Retribusi SITU berlokasi di Jalan Yos Sudarso Rp 80 ribu, di kawasan pemukiman penduduk Rp 160 ribu. 

Untuk mengetahui retribusi SIUP tergantung jumlah modal usaha. Misalnya modal usaha Rp 0 hingga Rp 200 Juta tergolong SIUP kecil, retribusi-nya Rp 50 ribu. Selanjutnya Modal usaha Rp 200 juta hingga Rp 500 juta, SIUP menengah, biaya retribusi Rp 100 ribu. Sedangkan SIUP besar modal usaha Rp 500 juta ketas, retribusi-nya Rp 200 ribu. “Demikian juga retribusi TDP tergantung jumlah modal usaha,” bebernya.(06)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA