Image Hosting

 
LUBUKLINGGAU- Pemkot Lubuklinggau melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sudah enam kali meluncurkan dana bergulir. Program tersebut diluncrukan mulai 2002, 2004, 2005, 2006, 2008 dan 2009. 

“Setelah Enam tahap bantuan itu disalurkan, setidaknya sudah ada 1.027 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) menimati dan memanfaatkan pinjam dana tersebut untuk modal usaha,” demikian dikatakan Hj. Masnun Syahrin, Kepala Disperindag Kota Lubuklinggau, melalui Kasi Metrologi dan Bantuan Modal, Dedy Aprian kepada wartawan koran ini di kantornya, Selasa (15/6). 

Menurut dia, dari 1.027 UKM yang mendapatkan pinjaman dana bergulir sekitar 89 orang atau 8,7 persen yang belum berhasil. “Berdasarkan hasil wawancara kami dengan pelaku usaha yang masih menungguk pinjaman, karena usaha kurang berkembang sehingga kesulitan mengembalikan pinjaman. Maka dari itu 89 orang yang menunggak dianggap kurang berhasil mengembangkan usaha,” ungkapnya. 

Namun demkian, lanjut Dedy, nilai tunggakan tidak besar satu orang menunggak antara satu hingga dua bulan. “Hingga saat ini mereka masih melakukan pembayaran. Pelaku usaha yang menunggak menjadi catatan tersendiri bagi kami. Dan mereka yang belum bisa melunasi tunggakan belum bisa mengajukan pinjaman pada periode berikutnya,” jelas Dedy Aprian. Disamping itu, anggunan pinjaman belum bisa diambil sebelum melunasi pinjaman. Artinya bagi yang belum bisa melunasi pinjaman merugikan mereka sendiri. “Kami tidak mungkin akan memberikan pinjaman kepada orang yang perna menunggak pinjaman,” tegasnya. 

Ditambahkan Dedy Aprian, dana bergulir 2010 ini sedang dalam tahap survey kepada calon peminjam. “Survey ini membutuhkan waktu cukup lama. Sebab calon peminjam dana bergulir tersebar di 72 kelurahan, delapan kecamatan dalam wilayah Kota Lubuklinggau. Kami berupaya pada September 2010 dana bisa disalurkan,” paparnya. 

Hingga saat ini jumlah pemohon sudah mencapai 270 orang. Sedangkan dana yang akan digulirka di tahun 2010 ini mencapai Rp 1 miliar. Dana itu untuk digulirkan kepada 200 pengusaha kecil masing-masing Rp 5 juta. Sama seperti pinjaman tahun sebelumnya, setiap pengusaha kecil akan mendapatkan pinjaman bantuan modal Rp 5 juta per UKM. Pinjaman itu harus dikembalikan dalam jangka waktu 16 bulan. “Perbulan rata-rata mereka mengembalikan pinjaman sekitar Rp 328.125. Dan mereka harus menyerahkan fotocopy anggunan, seperti BPKB kendaraan bermotor atau lainnya sebagai jaminan,” kata Dedy Aprian. 

Menyinggung masalah pelaksanaan tera ulang alat ukur, takar, timbang dan perlengkapan (UTTP) menurut Dedy Aprian sudah selesai dilaksanakan. “Setidaknya ada 660 timbangan ditera ulang yang terdiri dari timbangan pegas, emas dan timbangan obat,” ucapnya. 
Menurut Dedy Aprian, batas toleransi timbangan 0,003 gram. Kalau timbangan digital 0,001 gram. Timbangan yang dipakai pedagang masih pada batas toleransi tersebut. Setelah ditera ulang timbangan normal kembali,” ungkapnya. 
Sebagaimana diketahui Disperindag Kota Lubuklinggau, bekerjasama dengan Disperindag Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dan Balai Metrologi, Palembang satu tahun sekali melakukan tera ulang. 
Kegiatan tersebut dilakukan selama 10 hari dimulai Selasa hingga, Kamis (1-10/6).(06)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA