Sementara antrian kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Lubuklinggau hingga kemarin, (Minggu,20/6) terus terjadi. Antrian mulai terjadi sejak pukul 08.00 WIB mencapai puluhan meter didominasi mobil angkutan umum kota maupun desa.
Pantauan dilapangan, Minggu (20/6) antrian cukup panjang terjadi di SPBU Taba Jemekeh mulai dari pintu masuk hingga ke Jalan Rambutan Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Dari beberapa mobil yang antri tersebut terlihat ada beberapa angkutan umum berasal dari Curup Provinsi Bengkulu.
Salah seorang sopir angkutan umum Ali (30) mengaku, sejak beberapa hari terakhir sulit mendapatkan Premium. ”Kalau ingin mendapatkan premium di SPBU kami harus antri dari pagi sampai dua jam. Apalagi sekarang kalau beli dibatasi 20 liter, tidak sebanding dengan lamanya antri,” keluh Ali saat antri premium di SPBU Taba Jemekeh.
Sementara hasil investigasi di beberapa kios pengecer Premium, rata-rata memperoleh bensin dengan cara antri menggunakan kendaraan yang sudah tidak layak jalan. Selain itu ada juga penjual premium eceran secara rutin mendapatkan bensin dari seseorang yang setiap harinya selalu ikut antri di SPBU Marga Mulia, dan Taba Jemekeh. Hampir rata-rata mereka menjual premium eceran Rp 6.000/liter hanya ada bebarapa kios yang menjual premium Rp 5.500/liter.
Kepala Depot Pertamina Kota Lubuklinggau, Ayub Pribadi ketika dikonfirmasi mengaku untuk stok BBM Premium dipastikan masih cukup hingga lima hari kedepan. ”Stok kita masih cukup, setiap hari selalu di suplay,”ujarnya.





0 komentar