LUBUKLINGGAU- Pemkot Lubuklinggau gerah melihat antrian pajang di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum). Terbukti dalam waktu dekat Pemkot Lubuklinggau melalui Bagian Adminitrasi Perekonomian akan mengundang pihak terkait untuk membahas persoalan tersebut.
Kabag Adminitrasi Perekonomian Setda Kota Lubuklinggau, M Hidayat Zaini mengatakan, pihaknya sudah merencanakan akan membahas persoalan antrian di SPBU yang sudah terjadi hampir satu bulan terakhir. “Dengan diadakan rapat bersama pihak-pihak yang terkait diharapkan dapat diketahui akar permasalahan kenapa antrian panjang di SPBU tidak kunjung meredah,” kata Dayat panggilan akrap M Hidayat Zaini kepada wartawan koran ini di kantornya berada di komplek Perkantoran Pemkot Lubuklinggau, Jalan Garuda Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Rabu (23/6).
Lebih lanjut dayat menerangkan, adapun pihak terkait yang akan diundang Pemkot Lubuklinggau yakni depot Pertamina Lubuklinggau, pengelolah SPBU dan pihak kepolisan.
Uniknya lanjut Dayat, di kabupaten/kota dalam wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tidak terjadi antrian panjang seperti di SPBU yang ada di Kota Lubuklinggau. bahkan beberapa kabupaten/kota di Pulau Jawa pun tidak terjadi antrian panjang. Maka dari itu Pemkot berencana akan membahas persoalan tersebut.
Semula rapat akan diadakan dalam minggu ini. Namun karena saat ini Depot Pertamina Lubuklinggau sedang terjadi pergantian pimpinan. Menurut Bagian Pemasaran Depot Pertamina Lubuklinggau, Eko, Kepala Depot Pertamina, Ayub Pribadi dimutasi ke Medan. Kepala Depot Pertamina diisi pejabat baru dari Pertamina Palembang.
Lebih lanjut Dayat menerangkan, berdasarakan informasi dari Bagian Pemasaran Depot Pertamina Lubuklinggau, Eko, supley BBM ke SPBU tidak ada kendala. Saat ini Pertamina mensupley premium ke SPBU yang ada di Kota Lubuklinggau rata-rata perhari 90 hingga 100 kilo liter (kl). Sebelum terjadi antrian pajang di SPBU Pertamina menyalurkan 70 kl perhari.
Sedangkan supley Premium ke SPBU Taba Jemekeh 16 hingga 26 kl perhari, SPBU Megang dan Lubuk Kupang masing-masing 16 kl pehari. Dan SPBU Marga Mulya 32 kl perhari. Saat normal sebelum terjadi antrian panjang SPBU Taba Jemekeh order 12 hingga 16 kl perhari, SPBU Megang dan Lubuk Kupang masing-masing tetap 16 kl perhari, SPBU Marga Mulya 26 kl. “Melihat data dari Pertamina tersebut artinya terjadi penambahan pasokan ke SPBU. Namun persoalan antrian tidak kunjung rendah,” ungkap Dayat.(06)





0 komentar