LUBUKLINGGAU- Ternyata bukan hanya Pusat Kesehatan Kelurahan (Puskeslur) Mesat Seni, Kecamatan Lubukllinggau Timur II saja yang terlantar. Akan tetapi beberapa Puskeslur lain juga mengalami hal serupa.
“Masih banyak Puskeslur lainnya yang belum dimanfaatkan,” demikian diungkapkan Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, Hasbi Asadiki kepada wartawan koran ini menanggapi kondisi Puskeslur Mesat Seni sudah rusak berat yang sempat dilansir koran ini edisi Kamis (3/6) di gedung DPRD Kota Lubuklinggau dihari yang sama.
Menurut Hasbi, pembanguan Puskeslur menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Lubuklinggau notabonnya adalah uang rakyat. “Seharusnya setelah bangunan selesai dikerjakan Dinkes harus segera dimanfaatkan. Sebab masyarakat tentunya mengharapkan Puskeslur difungsihkan sehingga mereka ketika ingin berobat tidak perlu jauh-jauh ke Puskesmas,” imbuhnya.
Hasbi mengaku, terkejut setelah membaca berita Puskelur Mesat Seni dalam kondisi rusak berat. Maka dari itu Hasbi langsung membahasnya bersama Komisi II DPRD Kota Lubuklinggau. Ia meminta kepada Komisi II selaku mitra kerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau agar mengundang Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang membidangi kesehatan itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, Puskeslur Mesat Seni, terlantar. Ironisnya beberapa bangunan itu sudah rusak padahal belum sempat difungsikan.
Berdasarkan pengamatan wartawan koran ini, Puskeslur itu kondisinya sangat memprihatinkan. Sebab beberapa bagian didinding banguan terlihat banyak yang retak. Demikian juga salah satu sudut pondasi bangunan sudah retak. Disamping itu tangga Puskeslur yang berada di atas tanah tinggi itu sudah banyak yang pecah. Plafon dan dinding penyekat terbuat dari plywood sudah hilang. Yang tinggal hanya kerangkanya saja, baik kerangka dinding penyekat dan juga kerangka plafon. Bahkan pintu utama Puskeslur sudah rusak, karena kaca yang melekat di pintu sudah hilang.





0 komentar