LUBUKLINGGAU- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota
Lubuklinggau menjamin stok bahan pokok (sembako) selama Ramadhan sampai menjelang Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Hal ini diungkapkan oleh Pengawas Penjualan Barang Dan Jasa (PPBJ), Uci eko Subandrio kepada wartawan koran ini, Jum’at (17/7).
Menurut Uci sapaan akrab Uci Eko Subandrio, lonjakan harga sembako, sayur, dan bumbu diakibatkan oleh kurangnya stok dari pemasok. “Kalau harga sembako naik biasanya dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat, sedangkan harga sayur dan bumbu naik, disebabkan oleh pasokan yang kurang, atau gagal panen. Cabe misalnya, banyak petani
yang gagal panen akibat kesalahan pemilihan waktu penanaman. Selain itu, banyaknya pembeli yang berasal dari kota lain seperti Curup, Singkut, dan Musi Rawas juga mengambil barang dari Kota Lubuklinggau menyebabkan stok kota kian menurun,” terang Uci.
Namun, dijelaskannya untuk sementara ini Disperindag belum akan melakukan operasi pasar. Hal ini disebabkan oleh belum diterimanya surat edaran dari Menteri Perdagangan. “Kami belum akan melakukan operasi pasar, sebab pelaksanaan operasi pasar biasanya berdasarkan
perintah dari pusat. Tapi dalam minggu ini akan ada beberapa anggota kami yang terjun ke lapangan dan memantau keadaan di pasar, tujuannya menjaga kestabilan harga sembako,” jelas Uci saat ditemui wartawan koran ini di ruang kerjanya.
Disinggung mengenai rencana akan adanya pasar murah pada bulan Ramadhan, Uci menjelaskan Disperindag tetap akan menggelar pasar murah, mengingat itu merupakan program kerja 2010. Meskipun hingga saat ini belum ada kepastian waktu, tepatnya kapan pasar murah tersebut akan digelar. (Mg03)





0 komentar