
foto : m yasin/linggau pos
PERMAINAN : Salah satu permainan anak-anak di pameran dan bazar Hari Koperasi di Lapangan Merdeka Kota Lubuklinggau, foto diabadikan beberapa hari lalu.
LUBUKLINGGAU- Serikat Pedagang Kaki Lima (SPKL) kecewa peringatan Hari Koperasi ke-63 dimanfatkan menjadi ajang bisnis bagi panitia penyelenggara pameran dan bazaar. Buktinya panita mematok harga tinggi untuk sewa stan.
Masih kata Junaidi, harga sewa stan Rp 1,5 juta perunit dan Rp 700 ribu hingga Rp 800 ribu untuk sewa tempat di luar stan atau lapak diluar tenda. Harga sewa terlalu mahal bagi UMKM. Belum lagi mengenai uang keamanan yang dipungut perhari oleh panitia penyeleggara. “Dimana kesempatakan kami untuk mempromosikan barang dagangan atau produk kalau untuk sewa tempat saja semahal itu,” paparnya. Maka dari itu lanjut dia, pelaku usaha dari luar Kota Lubuklinggau yang mengsi stan tersebut. “Sedangkan UMKM lokal hanya jadi penonton,” jelasnya.
Ditempat lain, Ketua Panitia Pameran dan bazar, Wahyudin, saat dikonfirmasi wartawan koran ini menerangkan, dalam kegiatan pameran dan bazar merupakan transaksi bisnis. “Sedangkan harga sewa sesuai tingkat kebutuhan pasar. Jadi yang berlaku hukum ekonomi pasar,” jelasnya.
Dalam menyelenggarakan pameran dan bazaar dilakukan secara swadaya. Yang artinya dana kegiatan dihimpun dari peserta. Tidak ada bantuan berupa dana dari Pemkot Lubuklinggau, yang ada hanya batuan upacara pembukaan pameran dan bazaar, Kamis 1 Juli lalu. Upacara pembukaan diadakan oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Pengelolaan Pasar (DKUMKM).(06)





0 komentar