Image Hosting

 
Awal Juli Cair 

LUBUKLINGGAU- Alasan keamanan Badan Pusat Statistik Kota Lubuklinggau membayar honor petugas Sensus Penduduk (SP) 2010 melalui kantor pos cabang Lubuklinggau. “Petugas SP mengambil sendiri honornya di kantor pos,” demikian diungkapkan kepala BPS Kota Lubuklinggau, Helmi Tarmizi melalui Plt Kasi Statistik Sosial, Sukendro kepada wartwan koran ini di kantornya, Rabu (30/6).

Menurut dia, honor petugas SP dari pemerintah pusat. Prosedurnya pembayaran honor diproses dari Kantor Pelayanan Pembendaharan Negara (KPPN). Proses dari KPPN dengan BPS Kota Lubuklinggau sudah selesai dilakukan. “Saat ini sedang dalam proses antara BPS Kota Lubuklinggau dengan PT Pos cabang Lubuklinggau,” paparnya didampingi Kasi Statistik Produksi, Ismet Inono.

Dia menambahkan, jika nantinya proses antara BPS dengan PT Pos rampung maka pencairan honor dapat dilakukan. Jika proses sudah selesai BPS memberikan semacam kwitansi atau kupon kepada petugas SP sebagai bahan untuk mengambil honor di kantor pos. “Dengan memiliki kopon tadi petugas SP datang sendiri ke kantor pos untuk mengambil honor selama menjalankan tugas satu bulan melakukan sensus penduduk,” jelasnya.

Dia, belum dapat memastikan tanggal berapa honor itu bisa diambil oleh mantan petugas sensus. Namun dia memperkirakan sekitar awal Juli. Masih kata, Sukendro, honor petugas sensus Rp 2,5 juta perorang untuk satu bulan tugas. Sedangkan koordinator Rp 3 juta perorang. “Uang tersebut tidak diterima utuh melainkan kena potongan pajak dan potongan wesel Rp 10 ribu perorang. “Jangan sampai keliru potongan tersebut bukan pungutan akan tetapi memang ketentuan harus membayar pajak dan bea wesel,” ungkapnya. 

Lebih lanjut dia menerangkan, besaran potongan antara petugas satu dengan petugas lain tidak sama. Potongan pajak bagi petugas yang berstatus PNS golongan II dan golongan III berbeda. “Demikian juga potongan pajak bagi petugas SP berstatus PNS dengan petugas dari masyarakat umum, berbeda pula. Demikian juga antara yang memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) tidak sama dengan yang tidak memiliki NPWP. Bagi yang tidak memiliki NPWP potongan pajak lebih besar, bedanya mencapai Rp 25 ribu,” ungkapnya.

Mengenai protongan pajak, Sukendro mengaku jauh sebelum pelaksaan sensus tepatnya ketika memberikan pelatihan petugas SP pihaknya sudah memberitahu, bagi petugas SP yang belum memilki NPWP agar membuat WPWP di Kantor Pajak Pratama (KPP) Kota Lubuklinggau. Sebab yang tidak memiliki NPWP potongan pajak lebih besar dibandingkan dengan memilki NPWP. 

Masih kata Sukendro, selain mendapatkan honor tersebut petugas SP juga mendapatkan ongkos transportasi Rp 340.000 perorang selama satu bulan menjalankan tugas. “Ongkos transportasi sudah dibayar. Sebenarnya ongkos transportasi ini tidak masuk dalam kesepakatan, pemberian uang transportasi kebijakan BPS,” akunya. Untuk diketahui petugas SP 2010 untuk wilayah Kota Lubuklinggau ada 408 orang yang terdiridari 102 kelompok.(06)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA