Image Hosting

 
LUBUKLINGGAU- Warga RT 05 Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II keluhkan penagihan retribusi kebersihan, yang dilakukan petugas dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Lubuklinggau.
Mereka keberatan membayar retribusi Rp 10.000 perbulan itu karena mengaku sudah membayar retribusi kebersihan melalui tagihan rekening Perusahan Daerah Air Minum Tirta Bukit Sulap (PDAM TBS).

Informasi itu seperti disampaikan Ketua Rukun Tetangga (RT) 05, Kelurahan Ulak Surung, Jayak. Menurut dia, warganya yang ditagih retribusi kebersihan itu merupakan warga yang memiliki warung di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Ulak Surung. Akibat adanya penagihan tersebut warga jadi resah. “Mereka keberatan karena sudah membayar retribusi kebersihan melalui tagihan rekening PDAM, mengapa masih ditagi lagi,” katanya dengan nada bertanya. 

Jayak pun mengaku bingung, kenapa baru sekarang ada penagihan retribusi kebersihan yang dilakukan langsung oleh petugas DKP. “Setahu saya penagihan retribusi kebersihan dilakukan saat membayar tagihan rekening PDAM,” ucapnya.

Sekretaris DKP Kota Lubuklinggau, Samiono saat dikonfirmasi wartawan koran ini menjelaskan, yang ditagih retribusi oleh petugas DPKP merupakan pelaku usaha tidak membayar retribusi kebersihan saat membayar tagihan rekening PDAM. “Jadi yang sudah membayar retribusi kebersihan melalui PDAM dibuktikan adanya kupon retrubusi. Kalau ada buktinya tidak ditagih lagi oleh petugas kami. Warga RT 05 Kelurahan Ulak Surung itu tidak bisa menunjukkan kalau sudah membayar retribusi kebersihan melalui PDAM, sehingga ditagih,” jelasnya, Kamis (15/7). 

Mengenai tagihan retribusi kebersihan yang saat ini dilakukan langsung oleh petugas DKP karena terhitung Januari 2010, penagihan yang selama ini dilakukan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Lubuklinggau dilimpahkan kepada DKP.
Sehingga terhitung Januari ditagih oleh petugas DKP, walaupun kenyataan dilapangan masih dilakukan secara bersama-sama antara petugas DPPKA dan DKP. Sebab dalam masa peralihan. “Namun sejak Juli sudah dilakukan oleh petugas kami sendiri sepenuhnya,” paparnya.

Namun penagihan yang dilakukan di loket-loket PDAM TBS tetap seperti biasa. Soal warga RT 05 Kelurahan Ulak Surung yang selama ini tidak pernah ditagih retribusi kebersihan karena tidak terkafer oleh petugas. Dia mengakui masih banyak objek retribusi kebersihan yang tidak tertagih. “Karena keterbatasan petugas sehingga tidak terkafer semua,” akunya.

Untuk diketahui lanjut dia, dasar hukum penagihan retribusi kebersihan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No 12 tahun 2005 tentang Retribusi Pelayanan Kebersihan.(06)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA