LUBUKLINGGAU-Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Lubuklinggau, melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakoor) dengan kepala madrasah. Kegiatan itu untuk meningkatkan kedisiplinan guna mencapai target Sekolah Standar Nasional (SSN). Dalam acara ini juga akan menjadi tempat pertukaran dan pemberian solusi bagi madrasah swasta.
Acara yang digelar di ruang seminar lantai 3 Hotel Sempurna Kota Lubuklinggau, dihadiri oleh kepala madrasah negeri dan swasta.
"Selain saling berdiskusi mengenai keadaan sekolah masing-masing, acara ini juga menjadi ajang bagi setiap kepala sekola untuk saling memberikan masukan bagi sekolah yang mungkin menemui suatu persoalan, atau memberikan informasi yang bisa menjadi kontribusi sekolah lain," jelas Kakan Kemenag Kota Lubuklinggau, Saidi HZ kepada wartawan koran ini, Jumat (6/8).
Kalau mereka menemui satu masalah, lanjut Saidi, kita akan bantu, dan jika kita tidak bisa, kami akan berkoordinasi dengan kanwil.
Rapat koordinasi kali ini mengangkat tema dengan tertib administrasi pada kementrian agama dan madrasah, dapat menuju opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah diberikan oleh Pemerintah Provinsi 2010 ini.
Maksud dari tema ini, agar sekolah-sekolah madrasah di Lubuklinggau tetap menjadi pilihan masyarakat.Terbukti dengan membludaknya peminat, dan membuktikan bahwa sekolah madrasah juga memiliki kualitas yang bagus. "Banyak alumni dari madrasah telah diterima di beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia, bahkan lulus dengan jalur PMDk," terang Saidi HZ.
"Saat ini kami sedang menuju ke arah Sekolah Standar Nasional (SSN). Usaha yang telah kami lakukan dengan meningkatkan kualitas tenaga pendidik terutama menyediakan besaiswa S2. Ini merupakan usaha kami untuk mempertahankan prestasi yang selam ini telah diraih, berikut prestasi anak didik," papar Saidi H Z.
Selain itu, dalam rakor ini juga bertujuan untuk saling mengingatkan agar senantiasa meningkatkan kedisiplinan kegiatan belajar mengajar. Kedisiplinan bukan hanya dari prndidik tapi juga dalam hal prestasi siswa, selain mempertahankan, tujuan rakor ini juga untuk saling memotivasi meningkatkan mutu sekolah yang telah terbentuk.Jika tidak ditingkatkan, misalkan saja siswa bisa masuk sekolah tanpa menggunakan jalur yang resmi (dengan tes).
"Dan hingga saat ini Sekolah Madrasah tidak mengizinkan hal itu terjadi. Siswa tidak akan pernah bisa masuk, jika tidak melewati jalur tes sesuai dengan prosedur. Oleh sebab itu, kami saling memantapkan program tersebut, untuk meningkatkan prestasi sekolah dan siswanya," jelas Saidi HZ.
Setelah rakor ini, lanjut Saidi, Sabtu (7/8) juga akan dilaksanakan rapat kerja pendidikan. Pada intinya rapat kerja ini semacam program kerja yang akan datang. Setiap utusan akan membuat program untuk madrasah. Sehingga program tersebut nantinya diupayakan anggarannya tahun depan.
Dalam rapat kerja itu juga akan dilaksanakan pengevaluasian program kerja yang telah dilaksanakan. Ini bertujuan untuk mengoptimalkan anggaran dalam kegiatan belajar mengajar. Sehingga Rakor dan Raker tersebut dapat menciptakan opini wajar tanpa pengecualian. (Mg03)





0 komentar