LUBUKLINGGAU- Sapi dan kerbau yang disebelih pada H-1 Idul Fitri 1431 H tahun ini mencapai 342 ekor. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Idul Fitri 1430 H tahun lalu hanya 300 ekor.
Dengan demikian artinya terjadi peningkatan 42 ekor. Informasi tersebut seperti dikatakan, Subandio Amin Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kota Lubuklinggau kepada wartawan koran ini Rabu (15/9).
Ia menambahkan, meningkatnya jumlah sapi/kerbau yang disembelih oleh pedagang daging atau yang lebih dikenal tukang potong disebabkan beberapa faktor diantaranya, pembeli daging bukan hanya warga Kota Lubuklinggau. Akan tetapi warga kabupaten tetangga seperti Musi Rawas (Mura) dan Kabupaten Rejang Lebong juga berbelanja daging di sini (Kota Lubuklinggau, red), khususnya warga kecamatan/desa terdekat dengan Kota Lubuklinggau.
Untuk wilayah Kabupaten Mura misalnya Kecamatan Terawas, Karangjaya, Muara Rupit, Tugumulyo, Muara Beliti dan lain-lain. Sedangkan wilayah Rejang Lebong contohnya warga Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUD), Sindang Kelingi, Kota padang dan sebagainya.
“Disamping itu, bisa jadi orang Lubuklinggau yang selama ini hidup dirantauan pada pulang kampung. Selain itu bertambahnya jumlah penduduk akibat dari urbanisasi (perpindahan penduduk dari daerah lain). Bukan itu saja, juga tidak terlepas dari meningkatnya perekonomian masyarakat sehingga daya beli juga meningkat,” paparnya.
Menurut Subandio Amin, daging sapi yang beredar di Kota Lubuklinggau didatangkan dari Lampung. Sedangkan kerbau di datangkan dari Kabupaten tetangga yakni Musi Rawas dan Rejang Lebong. “Rata-rata tukang potong mendatangkan sapi dari Lampung,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, harga daging pada H-1 Idul Fitri, Kamis (9/14) tidak terjadi lonjakan yakni dalam kisaran Rp 70-75 ribu perkilo gram. Sedangkan harga daging kerbau mencapai Rp 80 ribu per kg.(06)





0 komentar