AIR KUTI- Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (DTPPK) Kota Lubuklinggau dukung program penanaman satu miliar pohon trembesi pada 2010. Program tersebut digagas Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono 13 Januari lalu. “Guna mendukung program tersebut kami sudah menyiapkan 200.000 biji Trembesi untuk dilakukan pembibitan. Dalam waktu satu bulan saja perkembangan trembesi ini sudah terlihat. Asalkan pengelolaannya dan perawatannya bagus hasilnya bisa cepat terlihat,” jelas Abu Bakar, Kepala Bidang Kehutanan saat ditemui wartawan koran ini, Jumat (8/10).
Selain itu, katanya, sepanjang September 2010, sudah lebih dari 2.000 bibit Trembesi ditanam di halaman perkantoran dan di lingkungan sekolah yang ada di Kota Lubuklinggau. Sementara ini, lanjut Abu Bakar, sisa bibit yang siap untuk ditanam masih 3.000 batang. Ini juga kami wanti-wanti jangan sampai kehabisan. “Ada beberapa sekolah dan perkantoran yang meminta lebih dari 20 atau 50. Dinas Perkebunan berharap program ini juga didukung oleh masyarakat Kota Lubuklinggau. Jangan sampai trembesi yang sudah ditanam, tiba-tiba belum sampai satu bulan sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.
Presiden mengajak masyarakat untuk berlomba-lomba menanam trembesi, sekaligus berdagang karbon (carbon trade). Hal ini bertujuan untuk mengatasi dampak pemanasan global. “Salah satu upaya yang diajukan adalah dengan mengadakan perdagangan karbon,” jelas Abu Bakar.
Perdagangan karbon, lanjut Abu Bakar, diawali sejak penandatanganan Protokol Kyoto yang menegaskan negara-negara maju yang menyumbang emisi terbesar harus menurunkan tingkat emisi dengan penerapan teknologi tinggi. pengurangan emisi bisa dilakukan masyarakat dan pemerintah dengan menjaga kelestarian hutan dan menanam pohon sebanyak-banyaknya.
Perlu diketahui, Pohon Trembesi dapat hidup 100 tahun, 1 pohon trembesi dapat menyerap 28,5 ton CO2 per tahun, akarnya kokoh dan tidak tidak mudah tumbang, sejuk, dapat menurunkan 3-4 derajat celcius, sangat teduh bentangan sampai 30 meter.
“Program ini sangat digalakkan di Kota Lubuklinggau guna membantu program penghijauan kota. Oleh sebab itulah Dinas Perkebunan selaku perpanjangan tangan Pemerintah Kota Lubuklinggau menghimbau agar masyarakat tidak menebang pohon sembarangan. Kalaupun harus terjadi penebangan pohon, masyarakat jangan malas untuk mengganti pohon yang ditebang dengan dua bibit baru. Agar kelestarian Kota Lubuklinggau tetap terjagam,” jelas Abubakar.(Mg03)





0 komentar