Di Lapmer Saat Berlangsung Linggau Expo
KAYU ARA- Juru parkir resmi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Lubuklinggau akan dibekali tanda pengenal. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya parkir liar di sekitar Lapangan Merdeka (Lapmer) saat berlangsung kegiatan Linggau Expo 2010.
“Petugas parkir resmi akan dibekali tanda pengenal. Jika tidak ada tanda pengenal perlu dipertanyakan, bisa jadi petugas parkir illegal,” kata Azhari Yuhan kepada wartawan koran ini di kantor Walikota Jalan Garuda, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kamis (8/10).
Disamping itu lanjut, As Jon panggilan akrap Azhari Yuhan, setiap petugas parkir juga dibekali karcis parkir asli dari Dishubkominfo. Dan karcis wajib diberikan kepada warga yang memarkirkan kendaraanya. “Jika tidak diberikan karcis tanyakan kepada petugas,” ucapnya.
Bukan itu saja, bahkan Dishubkominfo akan memasang tarif parkir di lokasi perkir Lapangan Merdeka. “Nanti akan dipasang tarif parkir, sepeda motor Rp 500, mobil Rp 1.000 untuk satu kali parkir. Jika membayar menggunakan uang lebih dari tarif parkir tersebut, masyarakat jangan ragu-ragu untuk meminta kembalian. Misalnya parkir sepeda motor Rp 500, masyarakat memberikan uang Rp 1.000, dengan demikian ada kembalian Rp 500. Nah kembaliannya itu diminta,” paparnya.
Berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya saat ada kegiatan Linggau Expo tarif parkir di Lapangan Merdeka melonjak mencapai 150 persen. Betapa tidak petugas parkir mematok tarif parkir sepeda motor Rp 2.000 untuk satu kali parkir. “Maka dari itu, kami mengantisifasi dengan memberlakukan kentuan tersebut. Sehingga masyarakat bisa mengkritisi petugas parkir. Kalau petugas parkir nakal, laporkan kepada pihak yang berwajib,” pintanya.
Sebagaimana diketahui, Linggau Expo dimulai 16 hingga 20 Oktober nanti. Bersamaan dengan itu di Lapangan Merdeka juga diadakan Festival Sebiduk Semare. Serangkaian kegiatan itu dalam rangka HUT Kota Lubuklinggau ke-9.
Peserta Linggau Expo Membludak
Sementara itu, hingga saat ini tercatat ada 130 perusahan sudah mendaftarakan diri menjadi peserta Linggau Expo. Mengingat keterbatasan stand yang hanya tersedia 90 unit sehingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Lubuklinggau benar-benar selektif dalam menentukan peserta yang bisa mengikuti expo tersebut. “Kita minta kepada Even Organizer (EO) agar selektif penentukan peserta,” demikian diungkapkan, Hj Masnun Sjahrin, Kadisperindag Kota Lubuklinggau, didampingi Kasi Industri, Supana kepada wartawan koran ini, Kamis (8/10).
Menurut dia, untuk mengakomodir UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang ada di Kota Lubuklinggau agar bisa ikut dalam kegiatan Linggau Expo, pihaknya menetapkan satu stan ditempati sejumlah UMKM. “Diatur, satu stan di tempati beberapa UMKM,” ucapnya.
Menurut, Masnun, dalam kegiatan Linggau Expo kali ini pihaknya tidak menyedikan stan yang menggunakan tenda biasa. “Yang ada hanya stan di dalam tenda roder. Demikian juga UKL (Usaha Kaki Lima) tidak diperkenankan berdagang di dalam areal Lapangan Merdeka. Kalau ada stan dan UKL nanti terkesan kumuh. Hingga saat ini kita rencanakan demikian. Akan tetapi, belum tahu nanti. Kita lihat perkembangan selanjutnya,” tegas Masnun.(06)





0 komentar