Sekitar Lokasi Air Terjun Temam
LUBUKLINGGAU- Pemkot Lubuklinggau dalam waktu dekat akan kembali memanggil warga pemilik lahan sekitar objek wisata Air Terjun Temam Kelurahan Rahma Kecataman Lubuklinggau Selatan I.
Pemanggilan warga tersebut terkait tindak lanjut rencana Pemkot Lubuklinggau untuk membebaskan lahan milik warga yang hingga saat ini belum ada titik temu. Selain itu obyek wisata tadi akan di kembangkan dan dikelola lebih profesional oleh Pemkot Lubuklinggau tanpa ada campur tangan masyarakat.
“Selama ini upaya kita terhadap pembebasan lahan milik warga belum menuai hasil. Padahal keinginan kita tahun 2011 mendatang objek wisata Air Terjun Temam sudah tertata dengan indah, makanya dalam waktu dekat ini kami akan kembali melakukan negoisasi dengan warga utamanya yang bersedia membebaskan lahan miliknya,” kata Kabag Administrasi Pemerintahan Umum Setda Kota Lubuklinggau, Imam Senen, Sabtu (2/10).
Menurut Imam salah satu dari tujuh warga sekitar sebut saja Khoiriah bersedia membebaskan lahan miliknya. Sehingga seperti rencana awal pengembangan akan dialihkan di lokasi seberang, dengan membuka akses pintu gebang tetap melalui jalan poros kelurahan Rahma, artinya pengujung tidak kesulitan harus memutar bila ingin berkunjung ke objek wisata itu.
“Rencanya tetap seperti semula yakni pengembangan dialihkan ke seberang akan tetapi akses jalan masuk tetap melewati jalan poros Rahma, nanti lokasi tersebut akan dipagar keliling sehingga objek wisata ini nantinya benar-benar optimal dikelola Pemkot Lubuklingau,” terangnya.
Sebab, lanjut Imam objek wisata yang merupakan salah satu icon Kota Sebiduk Semare itu memiliki nilai yang sangat potensial dalam mempromosikan Kota Lubuklinggau selain kota transit, jasa dan perdagangan juga kota wisata yang mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui wisata yang ada.
Maka dari itu Pemkot Lubuklinggau merasa penting segera melakukan pengembangan objek wisata tersebut. Ia menghimbau, warga sekitar objek wisata Air Terjun Temam seyogyanya dapat bekerjasama dengan baik dalam mendukung suksesnya program pengembangan objek wisata itu.
Sementara itu pentauan di lapangan Minggu (3/10) menunjukkan puluhan muda mudi tampak ramai berkunjung ke lokasi panorama wisata alam tersebut.
Meskipun secara resmi lokasi tersebut sebelumnya telah di segel Pemkot Lubuklinggau.
Begitu juga pungutan yang di lakukan oleh pihak pengelola semakin marak, bahkan pihak pengelola dengan rasa percaya diri memungut tarif masuk ke lokasi objek wisata tersebut dengan beragam tarif, berkisar Rp 5 ribu untuk kendaraan roda dua. Dan Rp 10 ribu untuk biaya parkir kendaraan roda empat.(06)





0 komentar