Image Hosting

 
LUBUKLINGGAU- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Lubuklinggau tidak mampu melaksanakan tera ulang sendiri. Sebab selain belum memiliki peralatan juga belum ada tenaga akhli pelaksana metrologi.

Padahal berdasarkan amanat Undang-Undang (UU) No. 28 tahun 2009 tentang Retribusi Daerah dan Pajak Daerah, retribusi tera ulang diserahkan ke kabupaten/kota setempat. Sebagaiamana diketahui selama ini tera ulang merupakan retribusi provinsi. 

Bukan itu saja bahkan hingga kini Disperindag Kota Lubuklinggau belum menyusun draf Peraturan Daerah (Perda) tentang Tera Ulang. Kepala Disperindag Kota Lubuklinggau, Hj Masnun Syahrin, melalui Kasi Metrologi dan Bantuan Modal, Dedy Aprian mengakui Disperindag Kota Lubuklinggau belum siap melasanakan tera ulang sendiri.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Menperindag) No.50 dan No 51 tahun 2009. Untuk Peraturan Menperindag No 50/2009 tentang unit kerja pelaksana metrologi legal. Sedangkan No. 51 tentang Penilaian unit pelaksana kerja metrologi legal. “Dengan adanya Peraturan Menperindag tersebut kabupaten/kota dapat melaksanakan tera ulang sendiri,” katanya kepada wartawan koran ini di kantornya, Jumat (25/6).

Namun demikian tidak seterta merta dapat melaksanakan tera ulang sendiri, akan tetapi ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi bagi kabupaten/kota yang akan melaksanakan tera ulang sendiri. Pertama harus memiliki gedung laboratorium dan ditunjang peralatan tera ulang. Disamping itu minimal memililiki 3 orang tenaga akhli metrologi. 

Disamping itu, lanjut Dedy, Disperindag kabupaten/kota yang melaksanakan tera ulang sendiri juga harus mendapatkan rekomendasi dari Diperindag provinsi. Bukan itu saja layak atau tidaknya kabupaten/kota melaksanakan tera ulang sendiri berdasarkan hasil penilaian dari Direktorat Jendral Perdagangan. “Dengan demikian Kota Lubuklinggau belum boleh melaksanakan tera ulang sendiri,” jelasnya.

Menurut Dedy, untuk menjadi tenaga akhli metrologi harus mengikuti pendidikan di Balai Metrologi, Bandung. Sebelum menjadi peserta didik metrologi harus mengikuti test seleksi terlebih dahulu. Pegawai yang bisa mengikuti pendidikan metrologi dengan latar belakang pendidikan sarjana teknik atau sarjana geologi. “Lama pendidikan delapan bulan, magang empat bulan. Tenaga akhli metrology terdiridari tiga tingkatan yakni penera pertama, penera lanjutan dan penera terampil,” paparnya. 

Ditambahkan Dedy, pihaknya menargetkan tahun depan akan menyiapkan tenaga akhli metrology terlebih dahulu. Selanjutnya baru akan menyiapkan laboratorium metrologi. “Persiapan untuk melaksanakan tera ulang akan dilakukan 2011,” ungkapnya.
Dedy juga, tidak membantah pihaknya belum menyususn draf Raperda Tera Ulang. “Belum disusun drafnya, untuk menyusun draf perlu konsultasi ke Disperindag Sumsel mengiat Disperindag tidak memiliki tenaga akhli metrologi. Lagi pula UU No 28/2009 tentang Retribusi Daerah dan Pajak Daerah itu belum ada PP-nya (Peraturan Pemerintah). Sembari menungguh PP kami akan berkonsultasi dengan Disperindag Sumsel terlebih dahulu,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui selama ini, tera ulang di Kota Lubuklinggau dilaksanakan oleh Disperindag Provinsi Sumsel bersama Balai Metrologi.(06)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA