LUBUKLINGGAU- Yayasan Museum Subkoss Garuda Sriwijaya dikabarkan akan mendapatkan dana hibah dari Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) Rp 249 juta. Dana itu untuk memugar gedung bersejarah perjuangan kemerdekaan.
Ketua Yayasan Subkoss Garuda Sriwijaya, H Santoso membenarkan kabar tersebut. Menurut mantan ketua KPU Kota Lubuklinggau ini, dana hibah itu akan dianggarkan tahun depan “Akan dianggarkan 2011 nanti,” ucapnya kepada wartwan koran ini di sekretariat Yayasan Subkoss Sriwijaya, Jalan Garuda, Kota Lubuklinggau, Jumat (22/10).
Bahkan kata Santoso, tim dari Pemprov Sumsel sudah memeriksa kondisi gedung Subkoss dan sudah menghitung Rencana Anggaran Proyek (RAP). “Hasil dari perhitungan tim itulah sehingga diketahui dana yang diperlukan Rp 249 juta,” katanya.
Santoso mengaku, pihaknya sudah diundang Pemprov. Namun demikian Satoso belum tahu teknis atau petuntuk pelaksanaan rehap Museum itu. “Saya belum tahu bagaimana teknisnya. Namun diharapkan kami terima jadi. Maksudnya silakan Pemprov yang mencarikan rekanan yang mengerjakan rehap Museum ini. Demikian juga mengenai desain-nya,” akunya.
Santoso berharap, tahun depan Museum Subkoss Garuda benar-benar direhap. “Sebab kondisinya sudah sangat memperihatinkan, khususnya atap sudah banyak yang bocor,” harapnya.
Ia menambahkan, yang akan direhap mulai dari atap hingga penataan ruangan. “Nantinya ruang Museum akan disekat-sekat untuk lima provinsi. Sebab sejarah perjuangan Subkoss terdiridari Sumsel, Bengkulu, Jambi, Lampung dan Bangka Belitung (Babel),” ucapnya.
Dengan dibuatnya ruang perprovinsi diharapkan benda-benda bersejarah perjuangan Subkoss dari masing-masing provinsi bisa disimpan disini (Museum Subkoss). “Atau paling tidak replika-nya saja,” katanya.
Setelah Museum sudah selesai direhap nanti, lanjut Santoso, pihaknya akan melengkapi benda-benda bersejarah Subkoss Garuda. “Termasuk puluhan senjata yang digunakan pejuang Subkoss yang dititipkan di Makodam II Sriwijaya akan diambil kembali untuk dipajang di Museum,” jelasnya.
Menurut Santoso, koleksi Museum Subkoss Garuda yang ada saat ini diantaranya mobil Jeep Wilis yang digunakan oleh Kolonel Simbolon yang merupakan komandan Subkoss saat masa perjuangan. Kemudian Kereta Api (KA) yang menarik gerbong untuk mengangkut para pejuang Subkoss dari Lahat ke Lubuklinggau.
Santoso sempat menceritakan sejarah berdirinya Yayasan Subkoss Garuda Sriwiya. “Yayasan Subkoss ini berdiri pada 1988, pencetusnya mendiang H Suef Taman. Saat itu pak Suef menjabat Bupati Musi Rawas (Mura),” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, kata Santoso lagi, saat itu gedung Museum Subkoss Garuda ini merupakan rumah dinas Bupati Mura. “Kemudian dijadikan Museum Subkoss Garuda. Menurut sejarah bangunan ini dibangun pada masa penjajahan Belanda. Saat itu gedung ini kantor pemerintah Belanda. Kemudian saat penjajahan Jepang pun menjadi kantor pemerintah Jepang, saat itu,” pungkasnya.(Mg04/06)
0 komentar