LUBUKLINGGAU- Kota Lubuklinggau mampu meraih juara harapan III Gelar Tehnologi Tepat Guna (TTG) tingkat Nasional. Kegiatan itu diadakan di Yogyakarta, 21 hingga 26 September. Informasi tersebut seperti dikatakan, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Kelurahan (BPMPK) Kota Lubuklinggau, Zulkipliy Idris kepada wartawan koran ini Sabtu (2/10).
Tehnologi yang dipamerkan dalam event tersebut, adalah tehnologi untuk membuat minyak goreng dari tandan segar kelapa sawit dan membuat pakan ikan dari sampah organik. Kedua tehnologi itu buah karya dua kakak beradik putra daerah Kota Lubuklinggau, Erianto dan Agus.
Menurut Zulkipliy, tehnologi untuk membuat minyak goreng dari tandan segar kelapa sawit cukup menyedot perhatian pengunjung TTG nasional dan juga dewan juri. “Sehingga Kota Lubuklinggau mampu meraih juara,” katanya.
Setelah mengikuti TTG nasional, tehnologi tersebut dan minyak goreng hasilnya ditindaklanjuti oleh Pemprov Sumsel untuk dilakukan penelitian secara klinis oleh Balai Penelitian Pengembangan Daerah (BP2D) Sumsel di Palembang. “Karena Kota Lubuklinggau mewakili Sumsel sehingga ditindaklanjuti oleh Pemprov untuk dikembangkan. Demikian juga mengenai Hak Cipta akan diurus oleh Pemprov Sumsel,” ucapnya.
Penelitian itu dilakukan untuk mengentahui kandungan gizi dan lain-lain. “Memang hasil produksi tehnologi itu belum sempurna, makadari itu perlu dilakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut,” jelasnya.
Ia menambahkan, namun secara kasat mata minyak goreng yang dihasilkan dari tehnologi itu bisa digunakan untuk menggoreng. Dan makanan seperti tempe maupun kerupuk yang digoreng dengan minyak goreng itu masak.(06)
0 komentar