Hati-hati Menerbitkan KTP
LUBUKLINGGAU- Letak geografis Kota Lubuklinggau berada dipelintasan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dan Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) sangat rentan menjadi tempat persembunyian teroris. Berdarkan data-data dari pihak Kepolisian teroris memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) ganda.
Terkait persoalan tersebut Walikota Lubuklinggau, H Riduan Effendi menekankan kepada camat untuk tidak sembarangan menertibkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Kalau pindah dari daerah lain, tanyakan kelengkapan administrasi seperti surat pindah, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Kartu Keluarga dan lain-lain. Kalau tidak ada jangan terbitkan KTP-nya. Sebab Kota Lubuklinggau yang merupakan kota transit sangat rentan menjadi tempat persembunyian teroris. Makadari itu hati-hati dalam menerbitkan KTP,” tegas Walikota.
Riduan menerangkan, disamping itu Ketua Rukun Tetangga (RT) dan lurah mesti peka terhadap situasi yang terjadi di wilayahnya. Misalnya kalau ada warga pendatang perlu diketahi asal usulnya, memiliki KTP atau tidak. Walikota menegaskan dirinya tidak segan-segan mencopot jabatan lurah atau camat yang menerbitkan KTP tanpa melalui prosedur. “Kalau kedapatan, saya copot,” tegasnya.
Walikota menghimbau kepada seluruh lapisanb masyarakat agar peduli terhadap lingkungan tempat tingalnya masing-masing. Menurut Walikota, masih eksisnya teroris di tanah air disebabkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar minim.
“Masyarakat tidak menghiraukan kalau ada warga pendatang. Untuk itu saya menghimbau warga dan semua elemen masyarakat Kota Lubuklinggau untuk peduli. Kalau melihat ada yang mencurigakan cepat lapor kepada pihak yang berwajib. Bisa melapor kepada lurah atau pihak kepolisian. Masalah memerangi teroris tidak cukup hanya mengandalkan kepolisian. Akan tetapi diperlukan peran kita semua. Tentunya kita berharap aksi teror jangan sampai terjadi di Kota Lubuklinggau,” pungkasnya.(06)
0 komentar