Image Hosting

LUBUKLINGGAU-Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Lubuklinggau, paling rendah pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2009. SKPD tersebut hanya mampu menyerap 45.15 persen atau Rp 542, 9 juta dari target yang ditetapkan Rp 1,2 miliar.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Lubuklinggau, Syamsur Bakrie melalui Kabid PAD, M Yunus tidak menampik kalau Dishubkominfo tidak tercapai target PAD. “Bukan hanya Dishubkominfo, akan tetapi ada lima SKPD juga tidak tercapai PAD yang sudah ditetapkan,” katanya kepada wartawan koran ini di kantornya, Senin (18/1).

Lebih lanjut dia menjelaskan, ada 11 SKPD yang mengelola PAD. Lima SKPD diantaranya tidak tercapai target, yakni Dishubkominfo, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Pengelolaan Pasar (DKUMKMPP), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dan Kator Pelayanan Perizinan (KPP) Kota Lubuklinggau.

“Dishubkominfo hanya terealisasi 45,15 persen, Dinkes 51,48 persen, DKUKMPP 51,30 persen, DPU 81,58 persen dan KPP 79,32 persen,” ucapnya.


Lebih lanjut Yunus menjelaskan, kalau dihitung secara keseluruhan 11 SKPD yang mengelola PAD tercapai target. Bahkan melampaui target yang ditetapkan, yakni 113,11 persen. Akan tetapi jika dilihat secara per satuan dinas memang tidak sedikit dinas atau kantor yang tidak mencapai target.

Dia menambahkan, SKPD yang paling tinggi pencapaian PAD yakni DPPKAD. Masih kata dia, DPPKAD memunguti pajak daerah, retribusi daerah, dan lain-lain. Sedangkan PAD Dinkes berasal dari retribusi pelayanan kesehatan atau melalui Askes.

“Disnaker dari retribusi pelayanan ketenagakerjaan, Disdukcapil dari pembuatan KTP, kartu keluarga (KK), dan akta kelahiran. Dishubkominfo poin-poinnya seperti retribusi parkir di tepi jalan umum, parkir dalam pasar jalan panorama, PKB, terminal, dan izin trayek dan sebagainya,” ucapnya. (02)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA