Image Hosting

Sekda: Tidak Masuk Terminal Ditilang

Selasa, 12 Januari 2010

* Terminal Petanang Beroperasi, 18 Januari

LUBUKLINGGAU-Mulai Senin (18/1) nanti, Pemkot Lubuklinggau akan mengoperasikan terminal Tipe B Petanang, Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Dengan demikian semua angkutan desa (Angdes) tidak diperkenanan masuk ke pusat kota.
Informasi tersebut seperti dikatakan Sekda Kota Lubuklinggau, Akisropi Ayub, kepada wartawan koran ini setelah rapat dengan tim pengoperasian terminal di kantor Walikota Jalan Garuda Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Senin (11/1).
Guna mengefektifkan pengoperasian terminal, lanjut Sekda, tim yang sudah dibentuk melalui keputusan Walikota Riduan Effendi siap mengarahkan Angdes, Angkot, dan angkutan umum lainnya, seperti angkutan barang dan bus untuk masuk kedalam terminal. “Angdes dan Angkot harus ngetem di dalam terminal,” jelas Sekda.

Ditambahkan mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Lubuklinggau ini, guna mengantisipasi kemungkinan Angdes menggunakan jalan pintas untuk menghindari masuk terminal, maka pihaknya sudah menyiapkan tim yang ditempatkan di beberapa lokasi, diantaranya di pertigaan jalan masuk Kelurahan Petanang, dan pertigaan Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I.

Jalur tersebut menjadi jalan alternatif bagi sopir Angdes dari arah utara untuk menghindari masuk terminal Tipe B. “Angkutan umum yang sengaja mengelak masuk terminal akan dikenakan sanksi,” tegas Akisropi.

Ketika ditanya sanksi apa yang akan diterapkan? Dijelaskan Sekda, sesuai dengan ketentuan yang berlaku pelanggaran angkutan jalan kemungkinan Polantas akan menilang surat-surat kendaraan. “Bisa saja ditilang,” tegasnya.

Tim pengoperasian terminal terdiri dari unsur Polisi Militer (PM), TNI, Polri, Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi (Dishubkominfo), Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol-PP), Organisasi Angkutan Jalan (Organda). Dan forum angkutan desa (Angdes) serta forum angkutan kota (Angkot). “Semua komponen yang berhubungan dengan angkutan kami libatkan dalam tim. Sehingga tim dapat bekerja masimal sesuai dengan fungsi masing-masing,” urainya.

Sekda mengakui, di terminal tersebut masih banyak kekurangan. “Kami mengakui memang di sekitar terminal belum ada pedagang sembako. Sehingga penumpang dari Angdes yang akan berbelanja sembako harus ke pasar yang ada di pusat kota,” akunya.

Namun paling tidak, kata Sekda, dengan dioperasikannya terminal itu perekonomian rakyat akan tumbuh. Maksudnya, setelah terminal beroperasi akan muncul pedagang, misalnya, warung kopi, warung nasi, atau mungkin penjual es. (02)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA