*20 Rumah Terancam Terjun ke Sungai Kelingi
LUBUKLINGGAU-Sedikitnya 20 rumah warga di RT 03 Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, terancam terjun ke Sungai Kelingi. Pasalnya, tanah di belakang rumah warga tersebut longsor akibat tergerus air Sungai Kelingi.
Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama tetapi warga tak dapat berbuat banyak, karena bronjong penahan tanah tersebut juga longsor diterjang arus Sungai Kelingi. Diperkirakan tanah longsor mencapai 100 meter dengan ketinggian dari permukaan sungai 7 meter.
Persoalan ini sudah diketahui Lurah Ulak Surung, Taufik Hidayat serta Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Bukit Sulap, Merizal bersama Camat Lubuklinggau Utara II, Syaiful Effendi melakukan peninjauan kelokasi tanah longsor di RT 03, Selasa (16/2) sekitar pukul 11.30 WIB. Saat berada di lokasi tersebut, mereka melihat ada tiga rumah yang bagian dapurnya memang terancam terjun bebas ke Sungai Kelingi, karena bagian tanah di belakang rumah itu sudah longsor.
Camat Lubuklinggau Utara II, Syaiful Effendi menyatakan, usulan perbaikan bronjong telah disampaikan lurah saat Musrenbang, dan diajukan ke pihak kecamatan. “Tapi melihat kondisi yang memprihatinkan ini maka kami akan menyampaikan kepada Sekda supaya dinas instansi terkait segera bergerak melakukan antisipasi agar rumah warga tidak masuk kedalam sungai. Keadaan ini sangat membahayakan pemilik rumah yang letaknya berada di dekat sungai,” jelas Syaiful Effendi, Selasa(16/2).
Ia meneruskan, sebenarnya usulan pembuatan bronjong kemungkinan baru bisa direalisasikan pada 2011 mendatang, tetapi keadaan bangunan yang membahayakan tersebut mesti menjadi perhatian Pemkot Lubuklinggau. “Para warga yang rumahnya berada di dekat sungai ini mesti cepat mengantisipasi, dengan pindah ketempat lain karena membahayakan mereka sendiri. Kami harap pihak terkait memang memperhatikan hal ini,” ujar Syaiful Effendi dibenarkan Lurah Taufik serta Ketua BKM, Merizal.
Sedangkan Suwarti salah seorang pemilik rumah yang terancam terjun ke sungai karena tanah longsor sangat berharap pemerintah memperhatikan keadaan mereka. “Tolong lah pak rumah kami ini akan jatuh ke Sungai Kelingi. Saya di sini sudah hampir 15 tahun dan bagian dapur rumah memang sudah amblas karena tanahnya longsor akibat air Kelingi meluap,” jelas Suwarti yang ditinggal mati suaminya ini, memelas.
Pantauan di lokasi, kemarin, tanah longsor di dekat Sungai Kelingi diperkirakan sudah berlangsung lama. Terbukti, dari bronjong tak mampu lagi menahan tanah di bagian atasnya karena tergerus air. (06)





0 komentar