Image Hosting

LUBUKLINGGAU- Lembaga Pemantau Pelaksana Proyek (LP3) Arjuna mendesak Pemkot Lubuklinggau segera menyelesaikan persoalan pro kontra Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. Sebab, persoalan itu sudah tiga tahun belum ada penyelesaian.
Ketua LP3 Arjuna, Sugi, membantah kalau warga yang tidak setuju TPU 100 orang. “Tidak benar 100 warga tidak setuju TPU di pingir Sungai Air Kuti tersebut. Paling banyak 15 orang yang kontra TPU itu,” tagasnya.
Menurut dia, pada dasarnya Pemkot Lubuklinggau menyetujui penyedian TPU di kawasan itu, asalkan harus ada kesepakatan dari warga setempat. “Nyatanya lebih banyak warga yang pro dari pada warga yang kontra penyediaan TPU,” ungkapnya.
Dilanjutkan Sugi, warga merasa kecewa atas pernyataan Camat Lubuklinggau Selatan II, Sarmidi yang mengaku belum mendapat informasi kalau TPU tersebut masih digunakan. Demikian juga adanya pemasangan pagar di jalan menuju TPU. “Kami berharap kepada walikota Lubuklinggau agar segera meresmikan TPU Kelurahan Marga Mulya. Dan kami minta Pemkot Lubuklinggau menengahi penyelesaian pro kontra TPU. Sebab, pemerintah setempat dalam hal ini camat Lubuklinggau Selatan II tidak mampu menyelesaikannya,” pinta Sugi.
Lebi lanjut Sugi menerangkan, TPU tersebut disediakan untuk kepentingan umum bukan untuk kepentingan pribadi. “Penyedian lahan TPU itu bukan hanya warga Marga Mulya, akan tetapi sebagian warga Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I ikut iuran untuk penyediaan TPU tersebut. Dengan kata lain sudah ada dua kelurahan yang ikut andil dalam penyediaan TPU,” ungkapnya.
Warga RT 07, Supriyono, mengaku setuju dengan penyediaan TPU itu, “Kami semua akan mati, jadi wajar jika kami menyediakan TPU,” akunya. M Yahya menambahkan, dirinya juga ikut iuran untuk penyedian TPU tersebut. “TPU itu penting bagi kita. Apalagi TPU yang lama sudah penuh, wajar jika harus ada penyediaan TPU baru,” ucapnya.
Perlu diketahui, TPU tersebut dibeli secara kredit oleh warga RT 01 hingga RT 07 Kelurahan Marga Mulya, dengan iuran Rp 240 ribu per orang. Tercatat ada 650 orang ikut iuran pembelian lahan TPU tersebut.
Namun sayangnya wartawan koran ini tidak berhasil meminta penjelasan Camat Lubuklinggau Selatan II, Sarmidi. Saat dihubungi melalui ponselnya tadi malam untuk mengkonfirmasi persoalan tersebut, Sarmidi langsung menutup teleponnya. Dia tidak berkomentar sepatah katapun.(16)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA