Image Hosting


foto : m yasin/linggau pos
RAPAT : Asisten III Setda Kota Lubuklinggau, Rahman Sani (tengah) memimpin rapat Pembahasan Kesemerawutan Jalan Jenderal Sudirman Kota Lubuklinggau, Sabtu (6/3).


Atasi Kesemrawutan Jalan Jendral Sudirman
LUBUKLINGGAU- Usulan LSM Sumpah Undang-Undang (SUU) terkait kesemrawutan Jalan Jendral Sudirman Kota Lubuklinggau dibahas di tingkat Pemkot. Pembahasan usulan tersebut diadakan di Op Room Moneng Sepati kantor Walikota di Jalan Garuda, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Sabtu (6/3).
Rapat tersebut dipimpin Asisten III Setda Kota Lubuklinggau, Rahman Sani. Hasilnya Asisten menyimpulkan, ada tiga persoalan penyebab kesemrawutan di jalan tersebut yakni parkir berlapis, Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggelar dagangannya hingga memakan badan jalan. Dan terakhir kendaraan melawan arus. Hal ini disebabkan jalan Jendral Sudirman itu hanya satu arah dari simpang Ridan ke simpang Stasiun Kereta Api.
“Untuk mengatasi kemacetan arus lalu lintas perlu ditempatkan Polisi Lalu Lintas (Polantas) di kawasan tersebut. Agar petugas jaga bisa beristirahat, untuk itu diperlukan Poslantas. Dari rapat tersebut mengusulkan agar didirikan tiga Poslantas yakni di dekat Sinar Baru Dept Store, simpang Stasiun KA, dan di dekat tugu Adipura,” kata Rahman Sani.
Rahman Sani menambahkan, untuk mengurangi kepadatan Pedagang Kaki Lima (PKL) dikawasan tersebut diusulkan akan dipindahkan ke Jalan Kalimantan. Selain itu parkir di jalan tersebut juga akan ditertibkan. Maka dari itu perlu dibentuk tim terpadu yang terdiri dari Dinas Perhubungan Komunikasi Informatikan (Dishubkominfo), Pol-PP, Petugas Pasar dan lain-lain.
Dengan begitu, lanjutnya, diperlukan pos terpadu. Karenanya, eks kantor pasar (Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Pengelolaan Pasar (DKUMKM dan PP,red) diusulkan agar dijadikan pos terpadu sebagai tempat beristirahat. “Kesimpulan rapat akan saya sampaikan kepada Walikota, Riduan Effendi,” ungkapnya.
Menurut Herman Sawiran, dirinya sangat mendukung penertiban di Jalan Jendral Sudirman. “Saya mengusulkan kepada Pemkot untuk ketertiban kota bukan untuk mengusir PKL,” katanya.
Dia, tidak mendukung jika PKL dipindahkan ke Pasar Bukit Sulap (PBS). Sebab pedagang mengaku di PBS dagangan tidak laku. “Saya tidak mau berbenturan dengan PKL yang notabene hanya mencari sesuap nasi,” ucapnya.
Menurut dia, jika Pasar Simpang Periuk sudah dioperasikan demikian juga Pasar Tanjung Aman, secara perlahan-lahan PKL yang berdagang ditempat itu berangsur-angsur pindah. “Dan nantinya kepadatan di sekitar Jalan Jendral Sudirman akan berkurang dengan sendirinya. Pusat keramaian juga akan berangsur-angsur bergeser,” imbuhnya. Rapat tersebut dihadiri utusan dinas dan instansi, diantaranya utusan dari Polantas Polres Lubuklinggau, Dishubkominfo, Disperindag, Bagian Hukum. Kepala DKUMKMPP, Fajarudin beserta Sekretaris, Guntur dan Kabid Pasar, Cik Ali.(02)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA