
LUBUKLINGGAU- Masyarakat sangat antusias dengan adanya kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Sebab, masyarakat bisa menikmati jalan dan siring yang telah dibangun sesuai dengan apa yang diinginkan.
“Bahkan masyarakat berharap agar setiap perbaikan jalan jangan lagi diserahkan kepada rekanan (pemborong) yang tidak jelas hasilnya,” demikian dikatakan Ketua Badan Keswadaya Masyarakat (BKM) Harapan Jaya, Kelurahan Mesat Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Edi Pulun Harun, melalui Ketua RT I, Selamet kepada wartawan koran ini di kediamannya, Kamis (4/3).
Dia menambahkan, PNPM sangat berperan penting dalam pembangunan di lingkungan masyarakat. Disamping itu dapat memancing masyarakat untuk bergotong royong. “Melalui kegiatan PNPM ini masyarakat sadar dan peduli pada pembangunan di lingkungannya tanpa mengharapkan imbalan,” terangnya.
Menurut dia, BKM Harapan Jaya membangun jalan sepanjang 600 meter di RT 01, perawatan jalan sepanjang 170 meter lokasinya di RT 06. Masing-masing jalan tersebut lebarnya 2,5 meter. Selain itu pihaknya juga membangun siring panjangnya 134 meter dengan lebar 40 cm dan tinggi 50 cm di RT 06. Pencairan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) tiga tahap, pertama BLM 5 dicairkan Juli 2009, BLM 4 dan 6 dicairkan Februari 2010. Untuk itu, dana BLM 5 dialokasikan ke kegiatan sosial, dan BLM 4 dan 6 digunakan untuk pembangunan fisik yang disebutkan tadi.
BLM 5 untuk kegiatan sosial terdiri dari pemberian makanan tambahan kepada balita, sunatan massal, dan pemberian vitamin kepada ibu hamil.
Ditambahkan Ketua RT 01, Selamet masyarakat di Kelurahan Mesat Jaya sangat antusias adanya kegiatan PNPM. Terbukti, masyarakat dan ibu-ibu rumah tangga bahu membahu menyediakan makanan disajikan kepada warga yang gotong-royong membangun jalan. Sehingga dana yang dikeluarkan hanya untuk membeli bahan bangunan saja. ”Mengenai biaya konsumsi berasal dari swadaya masyarakat,” katanya.(16)





0 komentar