LUBUKLINGGAU- Pengumuman pemenang lelang proyek Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Lubuklinggau diprediksi akan terjadi gesekan antar kontraktor. Sebab, dari 17 paket proyek yang ada ditawar oleh 70 kontraktor.
Ketua Panitia Lelang Proyek DPU Kota Lubuklinggau, Kodri mengatakan, bisa saja terjadi gesekan antar kontraktor saat pengumuman calon pemenang atau mungkin saat penetapan pemenang. “Hal semacam itu bisa saja terjadi. Namun hal itu diluar kewenangan kami. Panitia hanya melakukan pelelangan proyek. Kewenangan panitia hanya sebatas calon pemenang tender. Sedangkan penetapan pemenang sepenuhnya kewenangan kuasa pengguna anggaran dalam hal ini Kepala Dinas (Kadis) PU,” kata Kodri, kepada wartawan koran ini di kantor DPU Kota Lubuklinggau, Kamis (8/4).
Menurut dia, pihaknya melakukan evaluasi penawaran yang diajukan oleh rekanan. Kemudian akan memeriksa seluruh dokumen, seperti Akte Perusahaan dan Sertifikat Badan Usaha, sesuai dengan jenis proyek yang ditawarkan. Misalnya, Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi, dan Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK). Sedangkan untuk paket hotmix harus melampirkan bukti kepemilikan Aspal Mixing Plant (AMP).
“Rekanan yang dinyatakan gugur kerena tidak memiliki dokumen dimaksud atau mungkin masa berlaku SIUJK-nya sudah habis. Kalau masa SIUJK sudah habis tidak bisa dijadikan calon pemenang tender,” urainya panjang lebar.
Masih kata Kodri, ketika pengumuman calon pemenang, kontraktor yang keberatan bisa mengajukan sanggahan. Waktu sangga lima hari bisa digunakan rekanan untuk mengajukan keberatan kepada panitia.
Dia menambahkan, pihaknya melakukan tahapan lelang sesuai dengan aturan yang berlaku, yakni Keputusan Presiden (Keppres) No.80 Tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. “Kami tidak mungkin melanggar ketentuan tersebut,” akunya.
Saat ini proses lelang sudah pada tahapan evaluasi penawaran. Tender sudah dilakukan, Rabu (7/4), diaula SMK Negeri 3 Lubuklinggau.
Kodri mengaku, belum dapat memastikan kapan pengumuman calon pemenang bisa dilakukan. “Belum dapat dipastikan kapan. Dan belum bisa diprediksi berapa hari melakukan evaluasi. Apalagi evaluasi baru dimulai hari ini (kemarin,red),” jelasnya.(02)





0 komentar