Image Hosting


foto : m yasin/linggau pos
BERAS : Karyawan Seksi Logistik Kota Lubuklinggau mengontrol stok beras di gudang, Kamis (8/4).

 

LUBUKLINGGAU- Seksi Logistik Kota Lubuklinggau targetkan serap 1.500 beras lokal pada 2010. Namun, hingga kini baru 270 ton siap dibeli Seksi Logistik Kota Lubuklinggau. 
Kepala Seksi Logistik (Kansilog) Kota Lubuklinggau, Meyzarani melalui staf Operasional, Joko Susilo menjelaskan, 270 ton beras yang siap dibeli pihaknya itu terdiri dari dua badan usaha yakni dari Penggilingan Padi (PP) Suka Tani 150 ton dan Perusahaan Dagang (PD) HKS 120 ton. “Dua badan usaha tersebut siap melakukan kontrak kerjasama dengan kami. Yang sudah kontrak itu beras dari Kabupaten Musi Rawas (Mura),” jelasnya. 
Persyaratan untuk melakukan kerjasama dengan pihaknya harus berupa badan usaha. Selain itu harus menyediakan uang jaminan senilai 1 persen dari nilai kontrak. Setelah kontrak ditandatangani maksimal 14 hari beras harus diterima pihaknya. “Beras boleh dikirim secara bertahap ke gudang Bulog. 
Akan tetapi 14 hari setelah kontrak ditandatangani total kontrak harus bisa dipenuhi. Misalnya, kontraknya 150 ton maka dalam waktu 14 hari setelah kontrak ditandatangani harus sudah kami terima. Jika dalam waktu tersebut tidak dapat memenuhi beras sesuai dengan kontrak maka badan usaha bersangkutan dikenakan denda,” urainya. 
Dia menambahkan, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) beras tahun ini Rp 5.600 per kg. HPP ditentukan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) No.2 tanggal 29 desembar 2009. “Harga tersebut kami terima di gudang. Artinya beras diantar oleh badan usaha ke gudang kami. Mengenai kemasan (karung) beras kami yang menyediakan,” ucapnya. 
Ditambahkannya, stok beras yang ada di gudang saat ini tersedia 1.200 ton. “Jumlah tersebut cukup untuk sebulan kedepan. Mengingat penyaluran beras miskin (Raskin) per bulan hanya 809 ton. Itupun jatah Raskin Kabupaten Mura dan Kota Lubuklinggau,” terangnya. 
Menurut dia hingga awal April, tujuh kelurahan belum menembus jatah Raskin Maret. Kelurahan dimaksud, yakni dalam wilayah Kecamatan Lubuklinggau Timur I dua Kelurahan Air Kuti dan Watervang. “Kemudian Kecamatan Lubuklinggau Selatan I terdiri dari Jukung, Air Kati, dan Kelurahan Lubuk Kupang. Selanjutnya Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kelurahan Batu Urip dan Ponorogo,” ungkapnya. Pihaknya menyalurkan raskin berdasarkan permintaan dan dananya dibayar dimuka.(02)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA