foto : dwi jayadi/linggau pos
Media tempat tumbuh Jamur Merang
LUBUKLINGGAU- Usaha budidaya jamur merang dilakukan warga yang tinggal di Kelurahan Siring Agung cukup menjanjikan. Usaha yang mereka lakukan itu baru lima bulan. Warga yang melakukan usaha tersebut tergabung dalam satu kelompok usaha yang terdiri dari 12 orang. Lokasi usaha yang mereka lakukan terletak di RT 01, RT 02, dan RT 03.
Ditambahkannya, kalau modal awal untuk melakukan usaha itu juga didapatkan dari DTPPK Kota Lubuklinggau setelah mereka mengajukan proposal. “Proses pengerjaan pembudidayaan jamur merang dari awal sampai masa panen tidak terlalu sulit. Proses pengerjaannya yaitu melakukan proses pengomposan jerami.
Pengomposan jerami ini dilakukan selama sepuluh hari. Setelah pengomposan jerami selesai dilakukan, jerami diletakkan di media yang berupa kayu balok yang telah dibuat dan disusun secara bertingkat-tingkat lalu bibit jamur merang diletakkan pada jerami tersebut,”jelasnya.
Media tempat tumbuhnya jamur merang diletakkan di suatu ruangan yang tidak kena cahaya matahari secara langsung dan memiliki suhu 70º Celcius. Proses ini dinamakan proses sterilisasi yang bertujuan agar jerami tidak ditumbuhi oleh jamur-jamur liar. Ketika suhu turun menjadi 30º Celcius maka jamur merang siap dipanen.
Dia mengaku tidak kesulitan dalam hal pemasaran jamur karena banyak peminatnya. “Pembeli datang sendiri,” akunya.
Ia berharap Pemkot Lubuklinggau dalam hal ini DTPPK kembali memberikan bantuan modal untuk kelanjutan usaha dan juga membantu dalam penyuplaian bibit jamur merang. ”Kami berharap tambahan bantuan modal. Dana tersebut akan kami gunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana pembudidayaan jamur merang, seperti perbaikan ruangan penyimpanan media tempat tumbuhnya jamur merang,” ungkapnya.(mg01)






0 komentar