Image Hosting

LUBUKLINGGAU- Warga RT 05 Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II mendesak Pemkot Lubuklinggau segera membongkar trotoar. Sebab, sejak dibangunnya trotoar di kawasan itu puluhan rumah warga kerap kebanjiran ketika turun hujan. 
“Warga sudah tidak tahan lagi. Sebab setiap hujan rumah kebanjiran,” kata Ketua RT 05 Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Jayak kepada wartawan koran ini. 
Dia berharap, Pemkot Lubuklinggau cepat tanggap terhadap keluhan warga. “Maret lalu pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sudah meninjau lokasi akan tetapi tidak ada tindak lanjutnya,” katanya. 
Selanjutnya, Selasa (6/4), Asisten II, Hermansyah Unip, Camat Lubuklinggau Utara II, lurah, dan pihak DPU juga meninjau lokasi. “Saya berharap ada tindakan nyata bila perlu bongkar trotoar itu. Jangan hanya sebatas melihat saja. Tapi tidak melakukan tindakan konkrit,” tegasnya. 
Terpisah, saat dikonfirmasi wartawan koran ini Asisten II Setda Kota Lubuklinggau menjelaskan, Pemkot Lubuklinggau belum bisa membongkar trotoar di RT 05 Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II yang menyebabkan banjir di kawasan itu. Karena proyek dikerjakan 2009 itu belum diaudit Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP). 
“Kami tidak berani membongkarnya karena belum diaudit BPKP. Kalau dibongkar sekarang nanti kami disalahkan BPKP. Bagaimana BPKP menguditnya kalau bangunan itu sudah tidak ada lagi,” jelas Hermansyah Unip. 
Asisten II mengakui pihaknya bersama DPU, Camat Lubuklinggau Utara II, Syaiful Effendi dan lurah Ulak Surung sudah memeriksa kondisi trotoar diatas drainase (siring,red) di kawasan tersebut. 
Berdasarkan hasil pengamatan pihaknya drainase itu dangkal dan terlalu kecil, lebarnya saja kurang dari 50 cm. “Kedalaman drainase sama rata dengan jalan. Bagaimana tidak banjir kalau seperti itu,” ungkapnya. 
Untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di kawasan itu, ketika turun hujan trotoar di atas drainase harus dilakukan perbaikan dengan cara membongkar trotoar. “Dan kedalaman drainase harus digali lagi serta dilebarkan. Normalisasi drainase akan dilakukan mulai dari dekat Pasar Bukit Sulap (PBS) hingga ke dekat asrama Polisi,“ imbuhnya. 
Menurut Hermansyah Unip, untuk melakukan normalisasi drainase di kawasan tersebut diperlukan dana cukup besar. Mengingat dananya cukup besar maka menunggu Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2010. “Anggarannya akan dimasukan dalam APBD Perubahan,” ucapnya. 
Hermansyah Unip mengakui, proyek pembuatan trotoar di RT 05 Kelurahan Ulak Surung terkesan dipaksakan. Sebab proyek pembuatan trotoar tidak disertai pembuatan saluran baru dengan cara melebarkan drainase lama, mengingat saluran tersebut terlalu kecil. “Seharusnya memang seperti itu. Kedepan akan kami perbaiki, persoalan semacam itu jangan sampai terjadi lagi,” akunya.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan berjanji, dalam perencanaan pembagunan fisik benar-benar akan diperhitungkan secara matang. Sehingga persoalan serupa tidak terulang lagi.(02)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA