Menghadiri Sosialisasi SP 2010
LUBUKLINGGAU- Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi, kecewa terhadap camat yang mewakilkan stafnya untuk menghadiri sosialisasi Sensus Penduduk (SP) 2010. Betapa tidak, dari delapan kecamatan dalam Kota Lubuklinggau hanya dua camat yang hadir.
Untuk memastikan kehadiran bawahannya itu, walikota mengabsen camat. “Saya tahu ada tiga camat yang tugas ke Palembang, lalu yang lain kemana,” ucapnya.
Walikota menghadapkan kepada pimpinan unit kerja untuk mengutamakan pekerjaan yang sangat penting. “Utamakan kegiatan yang sangat penting seperti sosialisasi SP wajib diikuti khususnya camat. Lurah dan camat adalah perpanjangan tangan walikota. Jadi, mereka wajib untuk memahami SP ini. Sehingga nantinya bisa menyampaikan informasi tentang SP kepada warganya,” jelasnya didampingi Kepala BPS Kota Lubuklinggau, Helmi Tarmizi setelah membuka sosialisasi SP 2010.
Walikota mengharapkan jajarannya khususnya lurah dan camat mulai sekarang agar dalam setiap kesempatan menyampaikan atau mensosialisasikan SP 2010 ini. Baik itu di musholla, masjid, ditempat orang hajatan dan lain-lain.
Walikota berharap hasil dari SP 2010 ini benar-benar akurat. Maka dari itu walikota juga mengingatkan kepada petugas SP 2010 agar tidak mengejar target semata. “Jangan hanya mengejar target atau hanya ingin mendapatkan honor saja. Tetapi hendaknya ada rasa tanggung jawab terhadap tugas,” katanya.
Menurut walikota, SP 2010 bukan hanya tugas BPS saja. Tetapi tugas kita semua, Karena hasil dari sensus penduduk akan menentukan arah kebijakan pemerintah 10 tahun kedepan. Jika hasil SP 2010 ini tidak akurat akan berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah. “Bahkan bisa salah dalam menentukan kebijakan, seperti yang terjadi pada 1998. Krisis moneter terjadi akibat dari kesahalan kebijakan bermula dari kesalahan data sensus,” ucapnya.





0 komentar