Image Hosting

Menghadiri Sosialisasi SP 2010 

LUBUKLINGGAU- Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi, kecewa terhadap camat yang mewakilkan stafnya untuk menghadiri sosialisasi Sensus Penduduk (SP) 2010. Betapa tidak, dari delapan kecamatan dalam Kota Lubuklinggau hanya dua camat yang hadir. 

Sosialisasi yang diadakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lubuklinggau itu diadakan di Ball Room Hotel Sempurna Kota Lubuklinggau, Kamis (22/4). Kekecewaan tersebut diungkapkan walikota saat menyampaikan pengarahan ketika membuka acara sosialisasi SP 2010. 

Untuk memastikan kehadiran bawahannya itu, walikota mengabsen camat. “Saya tahu ada tiga camat yang tugas ke Palembang, lalu yang lain kemana,” ucapnya. 

Menurut walikota, sosialisasi SP sangat penting, karena kegiatan tersebut dilakukan 10 tahun sekali. “Hasil dari sensus ini menjadi bahan pemerintah untuk kebijakan pemerintah 10 tahun kedepan,” tegasnya. 
Walikota menghadapkan kepada pimpinan unit kerja untuk mengutamakan pekerjaan yang sangat penting. “Utamakan kegiatan yang sangat penting seperti sosialisasi SP wajib diikuti khususnya camat. Lurah dan camat adalah perpanjangan tangan walikota. Jadi, mereka wajib untuk memahami SP ini. Sehingga nantinya bisa menyampaikan informasi tentang SP kepada warganya,” jelasnya didampingi Kepala BPS Kota Lubuklinggau, Helmi Tarmizi setelah membuka sosialisasi SP 2010. 

Walikota mengharapkan jajarannya khususnya lurah dan camat mulai sekarang agar dalam setiap kesempatan menyampaikan atau mensosialisasikan SP 2010 ini. Baik itu di musholla, masjid, ditempat orang hajatan dan lain-lain. 

Walikota mengakui data penduduk yang dimiliki pemerintah daerah dan yang ada di BPS tidak sama. “Dari dulu datanya tidak sama. Maka dari itu saya menekankan kepada lurah dan camat sama-sama bekerja keras untuk membantu SP 2010. Jangan karena tidak ada honor lantas tidak mau membantu, lurah dan camat sudah digaji oleh pemerintah kenapa menanyakan honor,” tegasnya. 
Walikota berharap hasil dari SP 2010 ini benar-benar akurat. Maka dari itu walikota juga mengingatkan kepada petugas SP 2010 agar tidak mengejar target semata. “Jangan hanya mengejar target atau hanya ingin mendapatkan honor saja. Tetapi hendaknya ada rasa tanggung jawab terhadap tugas,” katanya. 

Menurut walikota, SP 2010 bukan hanya tugas BPS saja. Tetapi tugas kita semua, Karena hasil dari sensus penduduk akan menentukan arah kebijakan pemerintah 10 tahun kedepan. Jika hasil SP 2010 ini tidak akurat akan berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah. “Bahkan bisa salah dalam menentukan kebijakan, seperti yang terjadi pada 1998. Krisis moneter terjadi akibat dari kesahalan kebijakan bermula dari kesalahan data sensus,” ucapnya. 

Untuk diketahui, sosialisasi SP 2010 itu diikut 50 peserta terdiri dari kepala SKPD, dan camat di lingkungan Pemkot Lubuklinggau.(02)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA