LUBUKLINGGAU- Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Lubuklinggau, Edison Jaya, mengakui jumlah PKMS (Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) di Kota Lubuklinggau, cendung bertambah. Hal itu sebabkan karena Kota Lubuklinggau merupakan kota pelintasan.
“Lubuklinggau merupakan kota terbuka, akibatnya warga eks petani dari daerah tetangga kecendungan ingin menetap di Kota Lubuklinggau. Misalnya warga korban banjir. Karena tidak ada lagi lahan garapan sehingga mereka mencari penghidupan di sini (Kota Lubuklinggau,),” jelas Edison kepada wartawan koran ini ketika dimintai tanggapanya terkait meningkatnya jumlah PKMS di Kota Lubuklinggau Kamis (6/5).
Menurut Edison Jaya, saat dijumpai di kantor Walikota Jalan Garuda Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, selain petani korban bencana alam meningkatnya jumlah PKMS juga disebabkan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). “Karyawan korban PHK cukup banyak yang menetap di Kota Lubuklinggau, mereka enggan kembali ke daerah asalnya,” ucap Edison sembari menyebutkan para korban PKH tadi kebanyakan berasal dari Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan Kabupaten Rejang Lebong.
Tidak terlaksananya salah satu kegiatan Dinsos tersebut terungkap dalam rapat Paripurna DPRD Kota Lubuklinggau dengan agenda Rekomendasi DPRD terhadap Laporan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota tahun anggaran 2009 di ruang Paripuran Gedung DPRD Kota Lubuklinggau, Rabu (5/5). Kegiatan tersebut dianggarkan senilai Rp 151.565.800.





0 komentar