foto : m yasin/linggau pos
EKSEKUSI : Tim eksekusi Pemkot Lubuklinggau sedang melakukan upaya negosiasi saat akan melakukan eksekusi rumah dinas kepala Puskesmas Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Senin (24/5).
Ditenggarai Tim Eksekusi Dintervensi
LUBUKLINGGAU- Tim Pemkot Lubuklinggau batal mengeksekusi Rumah Dinas (RD) kepala puskesmas Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat II. Batalnya eksekusi tersebut ditenggarai diintervensi salah seorang pejabat Pemkot Lubuklinggau, Senin (24/5).
Tidak diketahui secara pasti apa yang dibicarakan oleh salah seorang anggota tim eksekusi kepada pejabat yang dihubunginya. Sesekali hanya terdengar kata yang diucapkan oleh salah seorang anggota tim eksekusi. “Siap pak, siap,” ucapannya tampak menjawab insruksi salah seorang pejabat Pemkot yang dihubunginya. Pembicara melalui ponsel antara petinggi Pemkot Lubuklinggau dengan salah seorang anggota tim eksekusi itu cukup lama.
Setelah pembicara tersebut selesai. Kemudian, tiba-tiba salah seorang anggota tim eksekusi menyerahkan surat kepada dr Artha dari cela pintu trali rumah dinas kepala Puskesmas Sidorejo.
Lalu, Seketaris Dinkes langsung bergegas naik mobil dinas-nya dan langsung tancap gas, tanpa berbasa-basi sedikitpun meninggalkan lokasi.
Hal yang sama juga dilakukan, Kasi Bantuan Hukum pada Bagian Hukum Setda Kota Lubuklinggau, Abdul Halim. Menurutnya, kesepakatan mereka masalah inventaris. “Sudah itu saja, titik,”kata Abdul Halim. Sembari pergi meninggalkan wartawan. Namun demikian berdasarkan informasi dari salah seorang anggota tim eksekusi yang meminta namanya tidak ditulis, batalnya eksekusi karena ada upaya perundingan antara Pemkot Lubuklinggau, Dinkes dan dr Albert. “Pertemuan direncanakan, Senin 1 Juni nanti,” ungkapnya.
Menurut sejumlah pegawai Pukesmas Sidorejo, batalnya eksekusi rumah dinas akan memperpanjang penderitaan pegawai pukesmas. Sebab sejak dua bulan terakhir saluran air bersih PDAM dari rumah dinas itu diputus dari rumah dinas. Sebab pipa induk atau meteran PDAM berada di rumah dinas. “Puskesmas ini tidak ada air,” celetuk sejumlah pegawai pukesmas kompak.
Bahkan keluarga yang menempati rumah dinas itu, lanjut pegawai yang sebagaian besar kaum wanita ini mengungkapkan, pemutusan saluran air PDAM dari rumah dinas ke puskesmas sejak mendapat surat teguran agar mengosongkan rumah dinas dari Dinkes. “Sejak ada surat teguran, laju pipa air bersih diputusnya,” ucap sejumlah pegawai.
Ironisnya lagi lanjut pegawai Pukesmas, salah seorang anggota keluarga mantan kepala pukesmas Sidorejo itu pernah kedapatan melakukan sabutase puskesmas dengan menurunkan sekering listrik puskesmas. Akibatnya imuniasi yang tersimpan di dalam lemari pendingin tidak bisa dipakai. “Sudah berapakali ketahuan manjat pagar menurunkan sekering listrik,” ungkapnya.
Untuk diketahui ada sembilan aitem inventaris yang masih ‘dikuasi’ oleh keluarga mantan kepala Puskesmas Sidorejo, dr Albert yakni, rumah dinas pimpinan puskesmas, STNK mobil Ambulance Pukesmas, satu unit kendaraan roda dua plus STNK. Kemudain satu unit komputer, satu unit receiver parabola, satu set sofa/kursi tamu warna hijau, dua buah kunci gudang inventaris barang dan dua buah kursi stanlis dan satu unit lemari arsip.
“Rumah dinas tersebut masih ditempati oleh keluarga dr Albert. Karena sudah tidak lagi menjabat kepala Puskesmas Sidorejo seharusnya aset diserahkan kepada Pemkot Lubuklinggau dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) sebab akan ditempati oleh kepala puskesmas yang baru,” jelas Sekda Kota Lubuklinggau, Akisropi Ayub kepada wartawan koran ini di kantor Walikota bertempat di Komplek perkantoran Pemkot Lubuklinggau Jalan Garuda Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Selasa (4/5) setelah membahas persoalan tersebut bersama Dinkes Kota Lubuklinggau.
Menurut Akisropi, Dinas Kota Lubuklinggau sudah beberapa kali melakukan mediasi kepada keluarga mantan kepala Puskesmas Sidorejo itu. “Akan tetapi tidak membuahkan hasil karena merasa masih berhak menikmati fasilitas rumah dinas. Sehingga Dinkes Kota Lubuklinggau melaporkan persoalan ini ke Pemkot Lubuklinggau,” papar Sekda.(06)





0 komentar